Tentang Anies Baswedan: Perahu-Perahu Pemuda di Lautan Samudera Sosial


anies

Korupsi merajalela bukan karena penjahatnya banyak, tapi karena orang baik memilih untuk mendiamkan.” -Anies Baswedan-

            Anies Rasyid Baswedan atau yang dikenal dengan Anies Baswedan, 47 tahun lalu lahir di Kuningan, tepatnya pada tanggal 7 Mei 1969. Putra pertama pasangan Rasyid Baswedan dan Aliyah Rasyid ini merupakan cucu dari Abdurrachman Baswedan (AR Baswedan), sorang jurnalis dan diplomat, yang pernah menjabat sebagai Menteri Penerangan pada masa revolusi fisik. Tampaknya, darah sang kakek mengalir pada cucu yang saat ini juga menjabat sebagai Menteri, yakni Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah. Sedangkan perhatiannya terhadap dunia pendidikan bisa jadi berasal dari kedua orang tuanya yang merupakan akademisi; ayahnya, Drs. Rasyid Baswedan merupakan dosen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia. Sementara ibunya, Prof. Dr. Aliyah Rasyid, M.Pd merupakan guru besar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Universitas Negeri Yogyakarta.

            11 Mei 1996 adalah salah satu tahun yang membahagiakan bagi Anies. Pada tahun tersebut Anies mempersunting gadis idamannya Fery Farhati Ganis, seorang sarjana psikologi dari Universitas Gadjah Mada dan master di bidang Parenting Education, Universitas Northern Illinois. Pasangan ini saat ini dikaruniai tiga orang putra dan satu orang putri: Kaisar Hakam, Mikail Azizi, Mutiara Annisa, Ismail Hakim.

DUNIA PENDIDIKAN: DUNIA DENGAN GEMERLAP KEILMUAN & KEORGANISASIAN

            Anies kecil mulai mengenyam pendidikan saat berusia 5 tahun dengan bersekolah di TK Syuhada. Setahun kemudian Anies masuk SD Laboratori, di Yogyakarta. Dari sejak kecil, Anies kecil telah menunjukkan bakatnya sebagai seorang pemimpin dan aktif di dunia organisasi dan kepemimpinan. Hal tersebut terbukti saat Anies berusia 12 tahun, beliau membentuk kelompok anak muda KELABANG (Klub Anak Berkembang) di kampungnya. Kepemimpinan Anies muncul saat SMP Anies kecil terpilih sebagai Ketua Panitia Tutup Tahun di SMP Negeri 5 Yogyakarta, tempat Anies menuntut ilmu. Ketika beliau duduk di bangku SMA, Anies terpilih menjadi ketua OSIS SMA 2 Yogyakarta dan menjadi ketua OSIS Se-Indonesia saat mengikuti pelatihan kepemimpinan bersama 300 Ketua OSIS Se-Indonesia. Dua tahun berikutnya, Anies mengikuti pertukaran pelajar AFS Intercultural Programs selama satu tahun d Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat selama satu tahun (1987-1988) yang membuka luas cakrawala berpikirnya. Lima tahun mengenyam pendidikan SMA karena setahun mengikuti pertukaran pelajar AFS, pada tahun 1989 Anies kemudian melanjutkan studi di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

            Semasa kuliah di Fakultas Ekonomi UGM, Anies aktif dengan berbagai kegiatan kampus dan gerakan mahasiswa. Anies bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) di UGM. Kepemimpinannya semakin terasah saat menjadi ketua Senat UGM pada tahun 1992 setelah organisasi kampus lama dibekukan oleh Orde Baru (ORBA). Anies membuat beberapa gebrakan dalam dunia organisasi kemahasiswaan, di antaranya membentuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai lembaga eksekutif dan memosisikan senat sebagai lembaga legislatif yang disahkan dalam kongres pada tahun 1993. Saat menjadi mahasiswa di UGM pula, dengan memenangkan sebuah lomba menulis menengenai lingkungan, Anies mendapatkan beasiswa Japan Airlines Foundation (JAF) untuk mengikuti kuliah musim panas bidang Asian Studies di Universitas Sophia, Tokyo, Jepang.

            Setelah lulus kuliah di UGM dan menikah, pada tahun 1997 Anies kemudian melanjutkan studi di Amerika dengan mendapatkan beasiswa Fullbright dari AMINEF di bidang keamanan internasional dan kebijakan ekonomi di School of Public Affairs, University of Maryland, College Park dan lulus pada Desember 1998 dengan mendapatkan anugerah William P. Cole III Fellow di universitasnya. Setelah lulus dari Maryland, Anies mendapatkan beasiswa kembali untuk melanjutkan kuliah dalam bidang ilmu politik di Northern Illinois University (NIU) pada tahun 1999 dan di tahun 1994 Anies meraih beasiswa Gerald S. Maryanov Fellow, penghargaan yang hanya diberikan pada mahasiswa NIU yang berprestasi pada bidang ilmu politik. Pada tahun 2005 Anies lulus dengan disertasi doktoralnya yang berjudul Regional Autonomy and Patterns of Democracy in Indonesia yang menginvestigasi efek dari kebijakan desentralisasi terhadap daya respond dan transparansi pemerintah daerah serta partisipasi publik dengan menggunakan data survei dari 177 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

PERJALANAN KARIR

            Perjalanan karirnya dimulai sebelum melanjutkan kuliahnya di Amerika. Pada tahun 1996 Anies pernah bekerja di Pusat Antar Universitas Studi Ekonomi UGM sebagai peneliti dan koordinator proyek. Setelah menyelesaikan kuliah doktor di tahun 2004, Anies sempat bekerja sebagai manajer riset di IPC, Inc. Chicago yang merupakan sebuah asosiasi perusahaan elektronik sedunia.

            Perjalanan karirnya kemudian berlanjut dengan mendapatkan tugas sebagai Direktur Riset The Indonesian Institute yang didirikan pada Oktober 2004, setelah sebelumnya Anies bergabung dengan lembaga non-profit Kemitraan untuk Reformasi Tata Kelola Pemerintahan yang berfokus pada reformasi birokrasi di beragam wilayah di Indonesia dengan menekankan kerjasama antara pemerintah dengan sektor sipil.

            Momen terpenting lainnya adalah pada 15 Mei 2007, di mana Anies dilantik menjadi Rektor Universitas Paramadina dan merupakan rektor termuda di Indonesia saat itu. Anies menggantikan posisi Nurcholis Madjid atau yang biasa dipanggil Cak Nur, yang juga merupakan pendiri Universitas Paramadina. Banyak gagasan-gagasan yang kemudian Anies wujudkan selama menjadi rektor di lingkungan kampus Paramadina. Di antaranya adalah menggagas Beasiswa Paramadina yang mengadopsi konsep penamaan mahasiswa penerima beasiswa setelah dia lulus sebagaimana konsep tersebut digunakan di banyak universitas di Amerika dan Eropa. Gagasan lainnya yang Anies wujudkan adalah dengan adanya mata kuliah anti-korupsi yang wajib diambil oleh mahasiswa Paramadina. Mata kuliah ini mengajarkan kerangka teoritis sampai laporan investigatif tentang praktik korupsi. Adanya bahan pengajaran ini didasari karena Anies menganggap bahwa salah satu persoalan bangsa ini adalah praktik korupsi.

            Pada Februari 2013, setelah sebelumnya Anies menjadi anggota dari Tim 8 KPK—yaitu tim yang meneliti kasus dugaan kriminalisasi terhadap Bibit Samad Riyanto dan Chandra M hamzah tahun 2010—Anies diminta untuk menjadi pemimpin Komite Etik KPK. Tugas komite ini adalah memeriksa ihwal bocornya surat perintah penyidikan (sprindik) kasus korupsi proyek Hambalang.

            Setelah bertahun-tahun bergerak dalam kegiatan sosial, Anies pun kemudian memasuki dunia politik dengan mengikuti konvensi capres dari Partai Demokrat dan menggagas “Indonesia Kita Semua” yang mengajak semua orang untuk ikut terlibat mengurus negeri, ikut gerakan TurunTangan yang dalam setahun berhasil mengumpulkan 30.000 relawan tanpa bayaran.

            Meskipun pada akhirnya tidak menjadi capres dari Partai Demokrat dalam Konvensi Capres PD, Anies kemudian diminta menjadi juru bicara pasangan Capres Cawapres Jokowi-JK di Pilpres 2014. Pasca dinyatakan memenangkan pemilu presiden 2014 oleh KPU, Anies kemudian diminta menjadi salah satu staf deputi Rumah Transisi Jokowi-JK yang bertujuan untuk menyiapkan kabinet sebelum pengangkatan resmi Jokowi-JK sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

            Berpengalaman di bidang pendidikan dan kepeduliannya terhadap masalah pendidikan dan anak-anak di Indonesia, membuatnya diberi amanat dan tanggung jawab sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kabinet Kerja Jokowi-JK periode 2014-2019. Bagi Anies, pendidikan adalah kunci peningkatan kualitas manusia. Peningkatan kualitas guru adalah salah satu hal yang ingin ia lakukan karena menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan akan terjadi dengan meningkatkan kualitas guru, sebab guru memiliki peran sentral dalam interaksi antar manusia di ranah pendidikan formal.

            Dalam berbagai kesempatan, Anies Baswedan mengatakan: ada tiga hal yang dia jadikan pedoman dalam memilih karir. Yakni, apakah secara intelektual dapat tumbuh, apakah masih dapat menjalankan tanggun jawab sebagai kepala keluarga, dan terakhir adalah apakah mempunyai pengaruh sosial.

 MENGGAGAS LAHIRNYA GERAKAN RELAWAN BERBASIS KEPEMUDAAN

            Gerakan Indonesia Mengajar (GIM). Siapa sangka jika GIM menjadi semakin besar. Gagasan ini diawali dari pengalaman Anies saat menjadi mahasiswa UGM. Pada masa itu, Anies banyak belajar dari mantan rektor UGM yang menginisiasi Program Pengerahan Tenaga Mahasiswa (PTM), Prof. Dr. Koesnadi Hardjasoemantri. Program ini adalah program untuk mengisi kekurangan guru SMA di daerah, khususnya di luar Jawa. Cerita tentang PTM yang penuh nilai menjadi salah satu sumber inspirasi bagi lahirnya Indonesia Mengajar, yakni sebuah gerakan mengirimkan anak-anak muda terbaik bangsa (Pengajar Muda) untuk mengajar di Sekolah Dasar (SD) di daerah terpencil selama 1 tahun.

            Mendapat gelar pendidikan tinggi dari luar negeri semakin memperkuat jiwa nasionalisme Anies dan tekadnya untuk membuat anak-anak Indonesia mampu bersaing di lingkungan global. Selain kompetensi kelas dunia, anak-anak Indonesia juga harus memiliki pemahaman empatik akar rumput yang mendalam. Proses untuk mendesain dan mengembangkan konsep Indonesia Mengajar dimulai tahun 2009, yang berawal dari tim kecil untuk kemudian semakin membesar dan membentuk Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar. Dari gerakan Indonesia Mengajar ini, bermunculan gerakan-gerakan yang saling mendukung dan terkait satu sama lainnya. Gerakkan Indonesia Menyala yang didirikan tahun 2011, yakni sebuah gerakan perpustakaan yang bertujuan meningkatkan minat baca di daerah penempatan Pengajar Muda. Kelas Inspirasi pada tahun 2012, yakni kegiatan para professional di bidangnya untuk turut berkontribusis bagi pendidikan dengan cara meluangkan waktu untuk memberikan inspirasi bagi anak-anak SD yang telah ditentukan, Festival Gerakan Indonesia Mengajar (FGIM), Ruang Belajar; adalah kegiatan berbagi pengalaman mengajar dan pembelajaran yang menyenangkan dari kelas yang diampu oleh Pengajar Muda.

            TurunTangan. Dalam pandangan Anies berdasarkan penghayatan UUD 1945, Negara ini tak hanya sekadar bercita-cita melainkan juga sedang berjanji. Republik Indonesia dibangun berdasarkan ikatan janji, yakni Janji Kemerdekaan. Janji kemerdekaan di antaranya adalah janji perlindungan, kemerdekaan, pencerdasan, dan peran global pada setiap anak bangsa. Bagi Anies pelunasan janji kemerdekaan tidak hanya menjadi tanggung jawab konstitusional Negara dan pemerintah, melainkan juga merupakan tanggung jawab setiap anak bangsa yang telah terlindungi, tersejahterakan, dan tercerdaskan. Dari filosofi tersebut, Anies kemudian menggagas gerakan TurunTangan, mengajak semua orang untuk turut ikut terlibat mengurus negeri ini dengan mendorong orang baik mengelola pemerintahan.

            Gerakan TurunTangan ini didirikan pada 2013 dengan semangat keikhlasan (relawan) tanpa bayaran. TurunTangan bergerak lebih banyak di kegiatan sosial dan politik. Gerakan ini mendorong partisipasi anak-anak muda di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan politik. Dibantu dengan platform berbasis web, platform ini membantu relawan dalam mencari, mengumpulkan, dan menggerakkan para sukarelawan di seluruh lokasi di Indonesia berdasarkan keahlian masing-masing. TurunTangan berusaha untuk menciptakan sebuah politik yang sehat, di mana masyarakat diedukasi agar kritis dalam menyikapi seluruh pilihan yang ada.

PENGHARGAAN

            Diawali dengan penghargaan Gerald Maryanov Fellow pada tahun 2004 dari kampusnya, Departemen Ilmu Politik Universitas Northern Illinois. Pada tahun 2008, majalah Foreign Policy mencatatkan nama Anies Baswedan sebagai salah satu Top 100 Public Intellectuals. Ia merupakan satu-satunya figur dan Asia Tenggara yang masuk ke dalam daftar 100 intelektual dunia. Sedangkan kepemimpinan Anies membuat namanya muncul dalam salah satu Young Global Leaders pada Februari 2009 yang diberikan oleh World Economic Forum.

            Pada 2010 Majalah Foresight menyebutkan Anies sebagai salah satu dari World’s 20 Future Figure, yakni 20 orang yang diprediksi akan mengubah dunia dalam 20 tahun yang akan datang. Pada tahun 2010 pula, Anies menerima penghargaan dari The Association of Social and Economic Solidarity with Pacific Countries (PASIAD) kategori Pendidikan dari Pemerintah Turki. Masih di tahun yang salam bulan Juni, Anies menerima penghargaan Nakasone Yasuhiro yang diberikan langsung oleh mantan Perdana Menteri Jepang tersebut. Penghargaan ini diberikan kepada orang-orang visioner yang membawa perubahan dan memiliki daya dobrak, demi tercapainya abad 21 yang lebih cerah. Di Juli 2010, The Royal Islamic Strategic Studies Center, Yordania, menempatkan Anies sebagai salah satu dari 500 orang muslim berpengaruh di seluruh dunia.

            Saat ini Anies dapat dihubungi melalui media sosialnya yang terbilang paling lengkap di antara para pejabat Negara. Melalui saluran youtube-nya dengan user “aniesbaswedan”, Anies telah memiliki 9.244 pelanggan dengan ratusan video yang telah diunggah, baik video mengenai kegiatan sehari-harinya maupun gagasan-gagasan yang dituangkan melalui video tersebut. Sedangkan fanpage facebooknya “aniesbaswedan”, telah disukai sebanyak 575.125 likes. Anies pun termasuk yang aktif berkicau di Twitter dengan akun @aniesbaswedan yang dapat dibaca oleh satu juta lebih pengikut dengan total lebih dari 9891 tweets. Anies pun memiliki instagram @aniesbaswedan dengan 45,9 juta followers dan G+ (Google Plus) dengan 121.138 pengikut dan 758.969 tampilan info di laman G+ nya.

Nama Lengkap: Anies Rasyid Baswedan, Ph.D

TTL: Kuningan, 7 Mei 1969

Istri: Fery Farhati Ganis

Anak: Kaisar Hakam, Mikail Azizi, Mutiara Annisa, Ismail Hakim.

Sosial Media:

  • Facebook fanpage: aniesbaswedan
  • Twitter: @aniesbaswedan
  • Instagram: @aniesbaswedan
  • G Plus: anies baswedan
  • Youtube Channel: aniesbaswedan

Pendidikan:

  • SD IKIP Laboratori II, Yogyakarta Tahun 1982
  • SMP Negeri 5, Yogyakarta Tahun 1985
  • SMA Negeri 2, Yogyakarta Tahun 1989
  • South Milwaukee Senior High School, Wisconsin, Amerika Tahun 1988 (AFS Year Programme)
  • S1 Fakultas Ekonomi UGM, Yogyakarta Tahun 1995
  • S2 University of Maryland, School of Public Policy, College Park, Amerika Tahun 1998
  • S3 Northern Illinois University, Department of Political Science, Illinois, Amerika Tahun 2005

Karir:

  • Tahun 2005 – 2007 || Peneliti Utama, Lembaga Survei Indonesia (LSI)
  • Tahun 2006 – 2007 || Kemitraan untuk Reformasi Tata Kelola Pemerintahan
  • Tahun 2006 – 2007 || National Advisor, bidang desentralisasi dan otonomi daerah, Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan
  • Tahun 2007 || Rektor Universitas Paramadina
  • Tahun 2009 || Moderator pada acara Debat Calon Presiden
  • Tahun 2009 || Anggota Tim-8 dalam kasus dugaan pidana KPK Bibit Waluyo & Chandra Hamzah
  • Tahun 2010 || Sebagai Presenter di program Save Our Nation, MetroTV
  • Tahun 2010 || Sebagai Presenter di Young Global Leaders Summits, Tanzania, Afrika
  • Tahun 2012 || Ketua Komite Etik kasus Sprindik Korupsi Proyek Hambalang
  • Tahun 2014 || Juru Bicara Jokowi-JK dalam Pilpres 2014
  • Tahun 2014 || Deputi Tim Transisi Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Jokowi-JK
  • tahun 2014 || Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah

Penghargaan:

  • 2013 || The Golden Awards (Gerakan Indonesia Mengajar)
  • 2013 || Anugerah Integritas Nasional dari Komunitas Pengusaha Antisuap (Kupas) serta Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia
  • 2013 || Penghargaan Dompet Dhuafa Award 2013
  • 2013 || Penghargaan Tokoh Inspiratif (Anugerah Hari Sastra Indonesia) Internasional
  • 2004 || Gerald Maryanov Award (Departemen Ilmu Politik Universitas Nothern Illinois)
  • 2008 || 100 Intelektual Publik Dunia (Majalah Foreign Policy)
  • 2009 || Young Global Leaders (World Economic Forum)
  • 2010 || 20 Tokoh Pembawa Perubahan Dunia (Majalah Foresight Jepang
  • 2010 || PASIAD Education Award -The Association of Social and Economic Solidarity with Pacific Countries (PASIAD)
  • 2010 || Nakasone Yasuhiro Award (Mantan Perdana Menteri Jepang, Yasuhiro Nakasone)
  • 2010 || 500 Muslim Berpengaruh di Dunia (The Royal Islamic Strategic Studies Center, Jordania)

 

Sumber:
http://aniesbaswedan.com/biografi-anies-baswedan
https://id.wikipedia.org/wiki/Anies_Baswedan
http://www.biografiku.com/2012/10/biografi-anies-baswedan-intelektual.html
http://www.liputan6.com/tag/anies-baswedan
https://www.idjoel.com/profil-dan-biodata-anies-baswedan-menteri-pendidikan-dasar-menengah-dan-kebudayaan/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s