[Kata Mereka] Tentang Cinta


“Bagaimana kita mengetahui bahwa kita mencintai seseorang?”

Di buku dan juga banyak yang bilang, bahwa kau akan tahu begitu saja bahwa yang kau rasakan itu adalah cinta. Tak ada bunga-bunga bertaburan atau kupu-kupu berterbangan di sekitar kepalamu saat itu terjadi. Meski begitu, kau akan segera tahu bahwa itulah cinta yang selama ini kau cari.

Lalu aku pun percaya itu. hingga suatu saat, aku bertemu seseorang dan tiba-tiba aku merasa—sesaat itu—dunia berhenti berputar.

Dan pada akhirnya, sensasi yang kurasakan itu, yang mungkin juga dialami oleh orang lain di dunia ini, adalah sensasi alam bawah sadar yang menuntut sesuatu yang disebut dengan ‘cinta’ untuk segera terjadi. Dan akhirnya membuat kita terus ‘terjebak’ dalam sensasi tersebut. Kita menyugesti diri kita sendiri bahwa apa yang kita alami tersebut adalah sebuah tanda cinta yang akan datang, bahwa takdir akhirnya mempertemukan. Sehingga akhirnya, logika apapun tak mampu diterima karena kita merasa bahwa kita telah mengalami yang namanya ‘jatuh cinta’.

Sesungguhnya, mungkin benar bahwa cinta itu tak perlu dirasakan dan diniatkan. Dia akan hadir sendiri dan ketika dia hadir, dengan sendirinya kita tahu bahwa perasaan itulah yang dinamakan dengan cinta. Suatu saat kau akan bertemu dengan seseorang yang senyumnya membuatmu terkesima. Dan kau akan tahu, dialah Ksatria/Puteri yang selalu kau tunggu.

Mungkin bukan orang yang benar-benar baru bertemu, mungkin juga iya. entahlah—tergantung bagaimana Tuhan membuat rencana untuk kita. Namun yang memungkinkan adalah sebetulnya dia selalu ada di sekitar kita. Hanya saja, momen kesadaran itu seringkali terlewatkan atau bahkan diabaikan.

Jadi, tak ada kupu-kupu yang berterbangan, tak ada bunga-bunga yang berjatuhan, dan tak ada dunia yang tiba-tiba serasa berhenti berputar seketika. Hanya ada perasaan sedetik yang kau tahu bahwa kau telah menemukan cintamu.

Namun, yang menjadi menyedihkan adalah, ketika di mana aku bisa jatuh cinta tanpa alasan; apakah ketika itu, orang itu juga merasakan hal yang sama? Merasakan jatuh cinta tanpa alasan? Bagaimana jika tidak, dan bagaimana jika itu ternyata hanya ada dalam pikiran dan perasaanku saja?

Itulah. Pada akhirnya kita hanya bisa menanti dan berusaha tidak melewatkan kesempatan apapun, untuk bertemu dengan dia yang kita yakini, yang juga sama-sama jatuh cinta tanpa alasan.

20 Desember 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s