Biografi Muammar Al Khaddafi (1942-2011)


khadafi

1. Biografi Muammar Al-Khaddafi

Muammar Abu Minyar al-Khaddafi atau Muammar Khaddafi lahir di salah satu tenda Suku Badui di Surt, Tripolitania pada 7 Juni 1942 dari ibu berdarah Yahudi yang telah masuk Islam sejak berumur 9 tahun. Khaddafi berasal dari suku Khadafa Badui yang hidup nomaden di gurun pasir Sirte. Khaddafi tumbuh saat dunia Arab sedang bergolak di antaranya konflik berlarut antara Palestina dan Israel sehingga pendirian Negara Israel pada tahun 1948 dan gerakan nasionalisme Arab yang dipimpin oleh Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser pada 1952. Khaddafi kecil hidup di tengah negara miskin—sebelum diketahui memiliki sumber minyak yang melimpah. Maka setelah lulus pendidikan lanjut, Khaddafi masuk ke dunia militer karena pada masa itu, menjadi tentara adalah peluang emas untuk memperbaiki taraf hidup bagi keluarga kurang mampu. Itu sebabnya masuk militer menjadi pilihan bagi anak-anak muda miskin seperti Khaddafi.

Khaddafi yang berusia 27 tahun menguasai Libya setelah melakukan kudeta tak berdarah 1 September 1969 saat Raja Idris I berobat ke Turki dan mendirikan negara baru bernama Republik Arab Libya. Para ahli menyebutkan, Khaddafi adalah undang-undang itu sendiri mengingat bagaimana dia mengelola peerintahan Libya. Khaddafi menasionalisasi perusahaan-perusahaan asing yang mengeruk kekayaan Libya dan membagikan kekuasaan strategis dan pengelolaan aset-aset penting negara kepada anak-anaknya.

Khaddafi mempunyai dua istri dan sembilan anak, delapan di antaranya laki-laki dan seorang putri angkat. Khaddafi memiliki banyak perusahaan yang dikelola oleh anak-anaknya tersebut. Ada banyak versi mengenai jumlah kekayaan keluarga Khaddafi dan tak ada yang bisa memastikan berapa nilainya. Koran Belanda De Volkskrant menyebut total kekayaan pemimpin Libya itu mencapai 60 miliar Euro atau setara dengan Rp729,4 triliun, dan 40 miliar dolar AS atau sekitar Rp352,7 triliun kekayaan tersebut ada di bumi Libya. Sedangkan koran The Guardian menulis kekayaan Khaddafi mencapai 61,8 miliar Poundsterling atau setara dengan Rp876,6 triliun dalam bentuk aset yang tersebar di seluruh dunia. Sementara itu WikiLeaks menulis Khaddafi mengontrol aset likuid senilai 32 miliar dolar AS atau sekitar Rp282,2 triliun. Sayap-sayap perusahaan Khaddafi tersebar di Eropa dan tidak hanya di sektor minyak saja. Dia memiliki saham di 72 perusahaan yang tersebarr lebih dari 45 negara, memiliki properti di Inggris, modal yang tertanama di lebih dari 100 bank mulai dari New York hingga Hongkong. Semua investasi itu dikendalikan melalui Lafico (Libyan Arab Foreign Investment Co.)

Hanya Muammar Khaddafi pemimpin dunia bukan raja yang berkuasa penuh hingga 42 tahun dan barangkali hanya Khaddafi yang namanya memiliki banyak versi terjemahan. Menurut Faisal Assegaf (2011) berdasarkan artikel yang dimuat di the London Evening Standartthe London Evening Standart pada 2004 menyebutkan terdapat 37 macam cara mengeja namanya. Perpustakaan Kongres Amerika Serikat membuat daftar berisi 32 versi terjemahan nama Khaddafi dan menurut sebuah tulisan di blog ABC News pada 2009, terdapat 112 cara media menulis nama Khaddafi sejak 1998. Pers di Indonesia juga tidak seragam menulis nama mantan pemimpin Libya itu dan bahkan sejumlah lembaga resmi di Libya pun berbeda-beda dalam menulis nama pemimpin mereka itu. Namun, Khaddafi pernah membalas surat yang bertanya mengenai ejaan namanya dalam bahasa Inggris. Dia lalu menulis namanya dengan ejaan “Moammar El-Gadhafi”. Sedangkan ia memakai nama domain algathafi di situs resminya.

Berlepas dari penyebutan nama yang berbeda-beda, satu hal dari Khaddafi adalah dia tidak menyukai pangkat jenderal. Dia tidak mengangkat dirinya sebagai jenderal dan cukup puas dengan sebutan kolonel, pangkatnya terakhir setelah menggulingkan Raja Idris I lewat kudeta militer tak berdarah pada 1 September 1969.

Meskipun secara de facto merupakan kepala negara dan kepala pemerintahan, tetapi dia tidak memegang jabatan resmi sebagai presiden atau perdana menteri. Dia hanya menyebut dirinya ‘Pemimpin Persaudaraan” dan “Penuntun Revolusi”. Dia juga menamakan diri sebagai “Raja dari Raja Afrika”, “Raja Kebudayaan”, dan ‘Imam Seluruh Kaum Muslim”. Mantan Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan menjuluki Khaddafi dengan “Anjing Gila dari Sahara” dan seorang pengamat Arab menjuluki dia sebagai “Picasso Politik Timur Tengah”.

2.      Pendidikan dan Karir Khaddafi

Khaddafi bersekolah di sekolah dasar tradisional setempat yang religius dan menaruh minat besar pada sejarah. Tahun 1956 Khaddafi melanjutkan sekolah menengah atas di SMU Sebha di Fezzan. Khaddafi dan sekelompok kecil teman-temannya kemudian membentuk kelompok revolusioner militan sehingga karena aktivitas politiknya itu, Khaddafi dikeluarkan dari Sebha. Khaddafi kemudian berhasil masuk kuliah di universitas ternama yakni di Universitas Libya dan lulus pada tahun 1961 dengan nilai terbaik. Tahun 1963, Khaddafi masuk ke akademi militer di Benghazi. Dia lulus lima tahun kemudian.

Dianggap punya prospek cemerlang, Khaddafi terpilih ikut pendidikan militer lanjutan selama beberapa bulan di Akademi Militer Inggris, Sandhurst. Dia pun menerima pelatihan militer di Athena, Yunani. Pada tahun 1966 dia kembali dan menjadi seorang opsir dalam Korps Sinyal.

Khaddafi ttidak menjalani sistem pendidikan yang ketat, selain belajar membaca Al-Quran dan latihan militer. Pada masa revolusi Libya, Khaddafi membuat sebuah buku yang berjudul Green Book atau Buku Hijau yang merupakan hasil pemikiran dan pandangan Khaddafi.

Di sekolahnya, Khaddafi dan sekelompok kecil teman-temannya membentuk kelompok revolusioner militan yang kelak merebut kekuasaan Raja Idris I. Sejak muda Khaddafi mengagumi Gamal Abdul Nasser dan kekagumannya terhadap Nasser tak lepas dari guru-gurunya termasuk saat di akademisi militer yang kebanyakan mendatangkan instruktur militer dari Mesir. Dengan beberapa rekan militernya, dia membentuk sebuah kelompok rahasia yang bertujuan menjatuhkan monarki Libya yang pro-Barat.

Sebagai perwira muda berpangkat kolonel, Khaddafi malu melihat negara Arab, yaitu Mesir, Suriah, dan Yordania, kalah perang dengan Israel di tiga front pada 1967. Dia semakin geram karena Raja Idris I dari Libya, hanya berpangku tangan melihat sesama bangsa Arab dipermalukan Israel dalam Perang Enam Hari. Selain itu, Khaddafi melihat bahwa di bawah kekuasaan Raja Idris I, pemerintahannya didominasi oleh warga kota kaya dan para pemimpin suku kuat dan mereka saling berbagi jabatan selagi hal itu didukung raja. Raja Idris I yang juga didukung kekuatan Barat serta dukungan militer internal suku yang setia, memicu banyaknya perwira tentara muda dan anggota kelas menengah yang tumbuh di perkotaan yang tidak menyukai kebijakan Idris. Maka pada 1 September 1969, Khaddafi memimpin sekelompok perwira muda melakukan revolusi dan penggulingan pemerintahan monarki yang dipimpin oleh Raja Idris I.

Muammar Khaddafi selaku Pemimpin Revolusi tidak memiliki peranan legislatif secara langsung dan tidak memiliki peranan eksekutif secara formal. Akan tetapi, sebagai Pemimpin Revolusi, Khaddafi memiliki kekuasaan sangat besar untuk mengintervensi legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Pada dasarnya tidak ada kontrol formal yang dimiliki oleh Pemimpin Revolusi akan tetapi pengaruh dan kekuasaannya yang sangat besar dan relasinya yang juga hampir menguasai semua bidang pemerintahan, menyebabkan Khaddafi tidak tertandingi. 

Paska penggulingan, Khaddafi melakukan banyak perubahan bagi Libya, yakni menasionalisasi semua bank dan memutuskan semua bisnis harus menjadi milik Libya. Hasil dari nasionalisasi perusahaan, termasuk perusahaan minyak, telah meningkatkan pendapatan Libya. Di luar negeri, Libya bekerjasama dengan Mesir dan Sudan pada rencana koordinasi ekonomi, militer, dan kebijakan politik ketiga negara. Selain itu, sikap anti Barat dan pendukung Palestina terus diembuskan oleh Khaddafi di dunia internasional.

3.      Karakter dan Kepribadian Khaddafi

Suku Badui dikenal memiliki darah prajurit dan petarung. Darah suku inilah yang mengalir ke dalam karakter Khaddafi yang keras. Selama 60 tahun lebih hidupnya, pemimpin Libya ini muncul di panggung dunia dengan gaya yang berani dan unik. Dia terlihat sangat menonjol saat hadir dalam berbagai pertemuan internasional dan Arab. Bukan hanya karena gaya berpakaiannya, tetapi juga pidatonya yang blak-blakan dan perilakunya yang tidak seperti pemimpin negara lainnya.

David  Ricardo (2011) menuliskan bahwa pada masa lalu Khaddafi adalah  perwira militer muda, tampan, dan berkharisma. Dia sangat membenci Israel dan dikenal sebagai penentang berat Amerika dan anti-Barat. Dia menjadi sponsor gerakan anti imperialisme dan zionisme. Karakternya yang lincah mengantarkan Khaddafi dan Libya ke jalan baru. Khaddafi jelas seorang laki-laki yang pintar dan penuh akal. Namun dia juga memiliki tabiat suka ‘berkelahi’ dengan negara tetangga. Misalnya pada 1969 saat tak lama dia berkuasa, Libya berperang dengan negara tetangganya Chad dan berakhir pada tahun 1994. Libya pun sempat baku tembak dengan Mesir pada tahun 1977 karena Presiden Mesir Anwar Sadat berdamai dengan Israel dan Khaddafi pun sempat jengkel dengan pimpinan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) karena melakukan gencatan senjata dengan Israel di tahun 1993.

Faisal Assegaf (2011) dalam bukunya menyatakan bahwa menurut penasihat Khaddafi, dia adalah orang yang sangat paranoid terhadap orang-orang kepercayaannya sendiri, termasuk para penerjemah. Dia hanya memercayai orang-orang yang berada di lingkaran terdekatnya.

Khaddafi juga memiliki pribadi eksentrik di mana dia selalu memakai pakaian khas yang menyolok dan mewah dan tinggal di tenda setiap kali berkunjung ke luar negeri namun tenda itu dipergunakan bukan untuk menginap melainkan untuk bertemu dengan para tamunya. Selain itu, keeksentrikan lainnya adalah misalnya saat menyalakan rokok dan mengembuskannya ke wajah pemimpin Arab yang duduk di sebelahnya saat konferensi tingkat tinggi Liga Arab, menghina pemimpin negara-negara Teluk, dan di saat rapat Majelis Umum PBB tahun 2010, dia berpidato selama satu seperempat jam padahal hanya diberi waktu sepuluh menit dan bahkan dia berpidato sambil menyobek-nyobek Piagam PBB.

Khaddafi memilih dilindungi oleh pengawal perempuan dan empat puluh pengawal perempuan Khaddafi tersebut terkenal dengan sebutan ‘Amazonian Guard’. Bila berkunjung ke negara-negara miskin di Afrika, Khaddafi akan melempar uang dan permen dari kaca limusin untuk anak-anak yang mengejarnya.  Dia sering berpuasa senin dan kamis dan tidak memiliki rekening bank atas nama sendiri. Dia juga selalu berganti pakaian beberapa kali dalam sehari.

 

 

One thought on “Biografi Muammar Al Khaddafi (1942-2011)

  1. Hi my name is Donna and I just wanted to drop you a quick note here instead of calling you. I discovered your Biografi Muammar Al Khaddafi (1942-2011) | Moksartham page and noticed you could have a lot more hits. I have found that the key to running a popular website is making sure the visitors you are getting are interested in your subject matter. There is a company that you can get targeted visitors from and they let you try the service for free for 7 days. I managed to get over 300 targeted visitors to day to my website. Check it out here: http://s.t0m-s.be/2X

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s