Unsur Intrinsik dalam Novel Lolita [Lolita 4]


          Resensi novel Lolita Humbert adalah seorang laki-laki dari kalangan yang terhormat dan kaya. Keluarganya memiliki usaha di bidang jasa dan perdagangan. Saat dia berumur tiga tahun, ibunya meninggal dunia karena tersambar halilintar. Ia tumbuh besar di bawah asuhan bibinya yang bernama Sybil. Masa kecilnya dia habiskan dengan penuh kebahagiaan dan keceriaan. Semua orang menyukainya begitu juga dengan para perempuan yang ingin mendekati ayahnya. Didikan ayahnya menjadikan dia seorang yang sopan dan beradab. Selain itu, meskipun bertingkah laku kaku, tetapi dia memiliki sikap lemah lembut, tenang, dan menggoda. Dia mengakui bahwa dirinya tampan sehingga dia tidak merasa kesulitan ketika mendekati seseorang. Humbert mendapat pendidikan yang sangat baik. Ia mengecap pendidikan universitas dengan mengikuti kuliah bahasa Inggris yang kemudian menjadikannya seorang pengajar, penulis, dan penerjemah.

         Dalam Lolita, diceritakan karakter fisik Humbert yang ramping, bertulang besar dan selalu berjas wol, dengan alis tebal dan logat yang aneh. Selain itu, dia berkacamata dan berbadan bungkuk. Dia memiliki kecenderungan menyukai atau terobsesi dengan anak gadis di bawah umur karena cinta pertamanya yang bernama Annabel tidak tertuntaskan.

           Humbert menikahi Charlotte, ibu Lolita, sebagai siasat agar Humbert dapat berdekatan dengan Lolita, putri Charlotte yang berusia dua belas tahun. Charlotte tewas tertabrak mobil sesaat ketika dia mengetahui kebusukan Humbert. Kepada para teman dan tetangga di Ramsdale, Humbert mengaku bahwa Lolita merupakan anak hasil hubungannya dengan Charlotte, sebelum Charlotte menikah dengan Tuan Haze. Hal ini dilakukan oleh Humbert agar para tetangga berpandangan bahwa dia adalah seorang laki-laki yang baik dan bertanggung jawab, selain agar mereka tidak curiga tentang keberadaan Lolita yang dia ajak berkeliling melintasi berbagai negara bagian di Amerika Serikat.

           Dalam narasi Lolita yang merupakan memoar yang ditulisnya selama dia di penjara dan penjelasannya yang detail dan terperinci tersebut, Humbert adalah seorang laki-laki terhormat yang pada awalnya merupakan dari keluarga kaya namun kemudian menjadi miskin karena hotel ayahnya dijual dengan murah. Kebiasaan hidup bermewahan masih dilakukan Humbert sehingga dia selalu membeli barang-barang mahal dan pakaian yang mewah. Humbert tidak memikirkan berapa pengeluaran yang harus dia keluarkan untuk memberi barang-barang tersebut karena yang terpenting bagi dirinya adalah kualitas dan kemewahan dari barang-barang yang dia miliki.

          Lolita mengambil latar tempat di Paris, tempat tinggal Humbert sejak kecil hingga dewasa, daerah tempat tinggal Charlotte Haze yaitu di Ramsdale, Amerika Serikat, dan di beberapa negara bagian di Amerika Serikat saat Humbert memulai perjalanannya bersama Lolita—terutama di kota Breadsley, di mana Saking protektifnya Humbert kepada Lolita, sehingga Humbert memilih menyekolahkan Lolita di sekolah menengah khusus untuk perempuan di Breadsley. Humbert memutuskan tinggal sementara di Breadsley pun semata-mata bukan hanya karena adanya sekolah menengah untuk perempuan, tetapi juga karena ada perguruan tinggi khusus perempuan, tempat di mana Lolita akan meneruskan pendidikannya menurut rencana Humbert. Humbert dan Lolita tinggal di Thayer Street 14, tak jauh dari sekolah Lolita. Humbert memilih rumah tersebut semata-mata karena posisinya yang strategis untuk memantau Lolita dan para gadis sebayanya lewat celah sebuah tanah kosong. Serta latar tempat terakhir adalah di Elphinstone, kota di mana Lolita pernah dirawat.

           Ketika seseorang membaca sebuah cerita, seringkali muncul pertanyaan “kapan” atau pada zaman apa cerita itu terjadi. Jawaban dari pertanyaan tersebut akan menuntun pembaca untuk membayangkan suasana pada saat cerita itu bergulir.

            Pernikahan Humbert dengan Valeria hanya berlangsung selama empat tahun yakni dari tahun 1935 sampai tahun 1939, sedangkan dengan Charlotte Haze, kurang dari tiga bulan. Saat bertemu pertama kali dengan Humbert, Lolita berumur dua belas tahun. Perjalanan melintasi berbagai negara bagian yang dilakukan Humbert dan Lolita terjadi selama dua tahun dan setelah kepergian Lolita, Humbert bertemu dengan Rita yang sepuluh tahun lebih muda dari Humbert dan hubungan mereka terjalin selama dua tahun lamanya.

          18 September 1952, ketika Humbert sedang mengajar di sebuah akademi, Lolita yang sedang hamil menulis surat kepada Humbert dan meminta bantuan finansial. Setelah Humbert menerima surat dari Lolita, lantas Humbert segera menemuinya. Dari awal Humbert bertekad untuk mendatangi Quilty yang telah membawa lari Lolita bahkan hendak membunuhnya. Maka setelah bertemu dengan Lolita, tak lama kemudian Humbert berhasil bertemu dengan Quilty dan membunuhnya. Pembunuhan Quilty yang diceritakan oleh Humbert terjadi pada bulan September 1952, dua bulan sebelum Humbert meninggal di tahanan.

      Humbert sebagai pelaku dan narator dalam pengakuannya ini, menceritakan kisahnya dalam rentang waktu sepanjang tahun 1910 saat pertama kali dirinya lahir sampai dengan tahun kematiannya yakni tahun 1952. Humbert berumur 37 tahun saat bertemu pertama kali dengan Lolita yang berusia 12 tahun. Usia hubungan Humbert dengan para perempuan yang pernah hidup bersama dengannya tidak pernah berlangsung lama.

         Dalam novel Lolita ini, pengarang menggambarkan berbagai kondisi sosial masyarakat Eropa, tempat tinggal Humbert sebelum beremigrasi ke Amerika, yang juga dijelaskan mengenai kondisi sosial masyarakatnya.  Para anak-anak Eropa terutama dari kalangan terpelajar, memiliki adat dan tingkah laku yang sesuai dengan tingkat derajat mereka, tidak seperti halnya anak-anak Eropa di perkampungan. Humbert menganggap bahwa anak muda zaman sekarang—saat Humbert telah dewasa, berperilaku tidak sopan dan tidak cerdas, berbeda dengan saat dirinya dulu masih muda.

       Bagi masyarakat Ramsdale, terlihat bahwa menyambut tamu dengan kendaraan apapun—seperti mobil jenazah, tidak menjadi masalah. Sedangkan bagi Humbert yang merupakan seorang laki-laki Eropa, hal tersebut berkesan tidak sopan. Namun didikan ayahnya agar menjadi laki-laki Eropa yang sopan membuat Humbert menahan emosi saat dia diantar ke Lawn Street dengan menggunakan mobil pemakaman. Begitu pula ketika Humbert melihat-lihat rumah Charlotte—sebelum  dia mengetahui ada Lolita di sana—yang sangat membuat dia tidak nyaman.

             Selain itu, terdapat banyak sekali sopir taksi di Paris yang merupakan imigran dari Rusia. Fenomena itu berkaitan dengan pecahnya Perang Dunia Pertama dan banyak orang-orang Rusia yang pro-Tsar melarikan diri dari Rusia yang tengah dikuasai oleh kaum Bolshevik.

           Humbert menulis dalam memoarnya tersebut bahwa di Inggris, terdapat penjelasan mengenai perbedaan umur antara gadis kecil dan perempuan dewasa dalam Pasal Anak-Anak dan Dewasa Muda pada 1933, Sedangkan di New York dan Chicago, usia masa puber berkisar tiga belas tahun sembilan bulan. Humbert memberikan contoh orang-orang yang terkenal pada masanya yang menikahi gadis berumur empat belas tahun bahkan ada yang jauh lebih muda lagi.

            Jadi bisa dikatakan, novel ini menggambarkan keadaan masyarakat Eropa dan Amerika zaman modern di tahun 1950an, di mana segala bentuk tradisional, kaku, dan mengikat dapat bebas dilepaskan namun tetap dalam tataran norma masyarakat dan rasionalitas. Peperangan yang menyebabkan banyaknya imigran tidak banyak mengubah pola masyarakat, sedangkan yang ada adalah akulturasi dari berbagai negara yang berimigrasi tersebut.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s