Berperang Demi Tuhan


Buku The Battle for God, atau terjemahan dalam bahasa Indonesianya Berperang demi Tuhan, karya Karen Armstrong merupakan buku yang menarik untuk dibaca dan disimak, terutama bagi para ahli sejarah keagamaan ataupun para teolog tiga agama samawi (Yahudi, Kristen, dan Islam) yang ingin mengetahui sejarah—dalam hal ini—fundamentalisme dalam tiga agama samawi tersebut.

Berperang demi Tuhan merupakan lanjutan dari buku sebelumnya yakni Sejarah Tuhan yang juga ditulis oleh Karen Armstrong. Meski kedua buku karya Karen Armstrong tersebut bukanlah sebuah kesatuan buku, pembahasannya masih seputar tiga agama samawi (yahudi, Kristen, dan Islam).

Pada dasarnya, Berperang demi Tuhan bertemakan fundamentalisme dalam agama. Dalam buku ini dilukiskan betapa fundamentalisme merupakan fenomena paling mengejutkan pada akhir abad ke-20 yang melanda tradisi keagamaan dunia. Ekspresinya terkadang mengerikan. Dalam buku ini pun dituliskan contoh-contoh ekspresi fundamentalisme yang mengerikan tersebut. Kaum fundamentalis menembaki jamaah yang sedang shalat di masjid, membunuh para dokter dan perawat dalam klinik aborsi, membunuh presiden, dan bahkan menggulingkan pemerintahan yang kuat. Maka, bagi banyak orang, gerakan ini mengancam kedamaian dan harmoni dunia. Yang menarik, buku ini mencoba untuk mempertanyakan apakah demikian arti sebenarnya dari gerakan fundamentalisme yang diusung masing-masing agama samawi tersebut?

Sebagai sebuah buku, Berperang demi Tuhan memperbincangkan fundamentalisme dalam semangat dan sudut pandang baru. Secara brilian dan simpatik, Karen Armstrong menunjukkan bagaimana dan mengapa kelompok-kelompok fundamentalis muncul serta apa tujuan mereka sesungguhnya. Armstrong menulis bahwa sesungguhnya fundamentalisme merupakan cara baru orang beragama pada zaman ketika nilai-nilai yang dianggap mengancam dan berusaha memusnahkan agama yang kian subur.

Armstrong melihat kelompok-kelompok fundamentalis lebih sebagai gerakan yang kompleks, inovatif, dan modern ketimbang sekadar sebuah fenomena keagamaan yang ingin kembali ke masa silam.

Sebagai seorang penulis, melalui buku ini, Karen Armstrong mampu membawa pembaca menuju pemahaman yang brilian tentang situasi yang dihadapi oleh umat sekarang. Dan selanjutnya, dengan keahlian yang tak diragukan, dia memampukan kita menangkap visi spriritual masa depan yang membawa janji besar. Dia juga mampu menyelam ke dasar kajian yang sangat kaya dan beragam tentang fundamentalisme sepanjang sejarah.Lebih jauh dari itu, buku ini hadir sebagai pengingat bahwa para pengusung ideologi keagamaan dan pendukung negara-negara sekular sudah saatnya menengahi konflik-konflik mereka atau, kalau tidak,  membayar ongkosnya yakni dengan kekerasan.

Menilik buku yang luar biasa ini memang tidak terlepas dari sosok penulisnya, yakni Karen Armstrong. Dia adalah seorang pakar terkemuka lintas agama di Inggris dan Amerika Serikat. Lulusan Oxford University ini pernah menjalani kehidupan biarawati selama tujuh tahun dan mengajar mata kuliah Studi Agama Yahudi di Leo Baeck College serta mendapat penghargaan Muslim Public Affairs Council Media Award pada 1999. Dia telah menulis beberapa buku tentang keagamaan yang sangat laris di pasaran. Tidaklah mengherankan jika Berperang demi Tuhan merupakan buku yang layak menghiasi rak buku dan khazanah batin serta pengalaman yang kaya bagi setiap orang yang ingin memahami kebangkitan keagamaan modern.

-Shinta Felisiana, 2 Mln-

*gak inget sama sekali pernah nulis resensi kyk gini.. -__-*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s