Senja


Ku melihat langit sedang menangis dan berwajah sendu,
Aku menatap rembulan yang memalingkan muka  dan membuat di sekitarnya gelap gulita,

Dan aku tak menemukan apa yang menjadi berarti di kehidupan ini.

Semua orang saling berceloteh,mencaci, dan memuji dengan senyum busuknya yang membuat jiwa ini mual. dan mungkin jiwa ini perlahan termakan dan pada akhirnya tanpa tersadari, mulai membusuk dan menjadi bangkai.

Manusia sekadar ingin menuntaskan apa yang menjadi beban dan tanggung jawab mereka karena bagi mereka, hidup adalah untuk keselamatan pribadi dan persetan dengan orang lain.

Mungkin aku yang salah memersepsikan orang dan dengan naifnya berkata bahwa semua akan baik-baik saja. tutuplah mata, telinga, dan hatimu maka semua bagaikan keindahan persahabatan dan kerelaan untuk berkorban.

Kawan, dunia bukan dongeng imajinasi yang akan damai begitu saja. seperti sang Pangeran berkata:
“Apa yang terlihat tak akan menyentuh jiwa dan yang paling berarti adalah apa yang tersimpan di dalam hati”.

Jadilah dirimu yang menerima dirimu apa adanya, bukan karena pandangan bahwa yang terbaik adalah yang terpandang di depan mata. seorang pengkhianat bukanlah orang lain yang kita tuduhkan, melainkan diri kita yang membohongi diri dan tak mampu menerima bumi sebagaimana apa adanya dia..

–290408–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s