Power Rangers adalah Kita


“Yang patut dibanggakan dari seorang tua adalah kebijaksanaanya, sedangkan kita anak muda adalah semangat dan  idealisme..”—Agus a.k.a Ranger Hitam

“Ada yang pernah bilang kalau idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh generasi muda…” (Anonim)

            Udah pernah baca novel 5cm? klo yang belum, silakan baca dan nikmati. tapi jika yang udah, saya akan bilang bahwa buku itu bagus tapi cerita di sini lebih bagus daripada 5cm. (hahaha.. narsis)

          Yup, ini mungkin subjektivitas saya, tapi saya berani bertaruh bahwa ada Power Rangers beneran di dunia ini yang melawan segerombolan monster jahat yang tak punya hati nurani. Bahkan mungkin berpuluh-puluh kelompok Power Rangers di suatu tempat yang jauh sana–tetap bertarung dan melawan atau bahkan ada yang pada akhirnya berguguran menyerah. Saya yakin, Power Rangers di dunia nyata lebih banyak konflik dan lebih rumit permasalahannya daripada sekadar melawan atau mengasihani diri sendiri seperti di film. Power Rangers harus punya kekuatan lebih dari itu karena merekalah sang penyelamat dunia (minimal dunia di sekitar mereka).

           Power Rangers di dunia nyata hidup untuk melawan tiran dan sistem bobrok yang tetap dipuja oleh orang-orang goblok yang dengan tak tahu malunya berani menjual hati nurani demi materi. Power Rangers dunia nyata hidup tidak hanya untuk dirinya sendiri karena mereka menyadari bahwa hidup tak pernah bisa sendiri. Dan memang Power Rangers juga manusia biasa yang bisa sakit hati, terjatuh, merasa lelah, marah, atau jatuh cinta. Power Rangers di dunia nyata hanya mereka—baik gagah atau cantik, karismatik atau memesona, atau bahkan biasa saja—yang mau, mampu, dan berusaha dengan sekuat tenaga untuk menjaga dan mempertahankan dunia agar tetap indah dan nyaman bagi semua orang. Power Rangers ada dan hidup di semua kalangan. Yap, Power Rangers itu bisa saja saya, dia, atau kamu, meski tak pernah disadari.

           Saya idealis? oh, tidak-tidak. Saya tak memiliki idealisme sebesar yang teman-teman saya miliki. Saya tak punya kemewahan itu meskipun saya mengagumi orang-orang yang memiliki idealisme dan bertahan serta terus melawan demi sebuah idealisme dan kedamaian. tapi saya punya hati nurani. Saya tak berpikir bahkan diri saya suci, karena mungkin saya pun termasuk orang yang pragmatis atau bahkan oportunis, tapi saya masih memiliki hati nurani—yang sebesar apapun kita untuk mengelabuinya, tetap saja kita akan merasa dikejar-kejar perasaan bersalah jika kita mengingkari segala sesuatu yang seharusnya menjadi suatu kebenaran.

                   Hati nurani adalah hakim bagi diri kita sendiri. dan tentu saja, saya masih memercayai ada sesuatu di luar kuasa kita yakni yang memberi kita kehidupan. So, saya yakin, pembalasanNya akan lebih indah dan ‘lebih dari yang dikira’—hanya tinggal menunggu waktu saja. (urang ngomong naun deuih??!)

               Jangan mengharapkan keselamatan dari orang lain jika keselamatan berada di tangan kita sendiri. Power Rangers bukan orang lain, tapi diri kita sendiri. kitalah yang menciptakan dan membentuk Power Ranger dalam diri kita. meskipun (mungkin) pada akhirnya jadi Lonely Ranger (mudah-mudahan masih banyak para Power Rangers yang bertebaran di muka bumi).

                  Sagacious Eagle, Elang yang Bijaksana. Aih, saya ingin menjadi elang yang terbang bebas dengan sebuah kemewahan yang bernama kebijaksanaan. tapi bisakah kita menjadi bijaksana dalam bentuk sebuah ‘keikhlasan’? Ikhlas untuk kalah. Ikhlas untuk sebuah idealisme yang tertindas, dan ikhlas untuk menerima segala sesuatu yang tidak seharusnya ‘ditaruh’ di situ. Tapi ikhlas bukan berarti menyerah, kawan.

              Yup, Power Rangers itu adalah kita, orang-orang yang merasa tertindas tapi demi masa depan yang lebih baik kita berani bertarung. Tapi bukan berarti nasib kita sebagus Power Rangers dalam film, karena bisa jadi kita seperti Batman dalam the Dark Knight atau Will Smith dalam I Am Legend. Percayalah, meski bukan kita yang pada akhirnya memenangkan pertempuran, tapi suatu saat akan ada yang bertarung dan menang telak—meski bukan demi para Power Rangers terdahulu (kita), tapi minimal demi sebuah idealisme. Mengingat bahwa kebaikan akan selalu beriringan dengan kejahatan seperti halnya positif dan negatif atau kanan dan kiri. Tak terpisahkan dan akan selalu bersama. Yang membedakan hanya kuantitas di antara keduanya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s