Ketika Senja Berubah Merah


Aku tak hendak pergi dari sini. Meski matahari beranjak menuju tujuannya semula. Hhhh….kisahku belum berakhir. Ya, kisah ini masih panjang dan masih jauh untuk dicermati. Angin bahkan takkan bisa membawa kisahku ini. Terlalu berat dan…terlalu menyedihkan.

Kenapa Aku selalu berpkir tentangnya? Sungguh, Aku tak mencintainya tetapi Aku menyayanginya. Sangat menyayanginya. Entah kenapa, aku hanya merasakan hal ini padanya saja. Rasa kasih yang begitu berlebih. Tapi tidak mencintainya.  Kenapa ini? Ada apa ini? Kenapa aku merasakan semua yang ia rasakan?! Ketika ia sedang bersedih, tertawa, marah, kedinginan, kesepian, dan… berjuta perasaan yang tak bisa aku ungkapkan. Terlalu banyak sehingga luber memenuhi seluruh kepalaku. Rasanya pening sekali, tapi sungguh indah..

Oh.. Aku sungguh merindukannya. Merindukan ia yang sendiri dengan senyum dan tawanya yang khas. Rindu dengan lamunannya dan ucapannya yang sebijaksana bintang. Bahkan kerinduanku kepadanya jauh melebihi kerinduanku kepada sang penjaga. Mengapa?!

Dunia memang aneh…. Kenapa aku mesti merindukannya? Merindukan seseorang yang bahkan aku tak kenal satupun sanak saudaranya. Ia bagai seorang diri mengelana di dunia. Ia punya kisah sendiri dan kenangan sendiri…. Ia yang  datang dan pergi dengan tiba-tiba. Tidak ada yang tahu ke mana dan hendak apa dia pergi atau kembali. Ia punya teman, banyak malah. Namun temannya pun tak pernah  tahu ia akan ke mana. Apa peduliku?! Kata temannya itu. Hh…

Rindu. Aduh…!!! Kata ini benar-benar menyesakkan! Aku ingin bertemu dengannya. Ingin! Ingin! Ingin! Ingin bertemu!

Rindu.

Ketika ia mulai menjelma dijiwa
Cukupkah dengan kata-kata?

Rindu tak mesti dimaknai,
Biarlah ia berjalan apa adanya
Rindu tak mesti dimengerti
Sebab ia datang dan pergi
Tak pernah disadari.

Sekadar ingin berucap,
Aku ingin memahamimu….

Ukh…  Rasa ini seakan-akan hendak keluar dari dalam tubuhku. Jika aku bertemu dengannya, suatu saat nanti, aku akan langsung memeluknya dan berkata ”Oh! Betapa aku sangat merindukanmu! Merindukanmu sampai senja berubah menjadi merah…!!”. Apakah aku akan sempat berkata seperti itu?! Entahlah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s