**Ini Semua Gara-Gara Ibu**


Ini semua salah Ibu.

Iya, Ibuku..

Seandainya saja dia tidak memaksaku untuk masuk ke sekolah menengah itu,

Aku tak akan terperangkap di kampus ini.

Harusnya aku berada di kampus Arsitektur atau FSRD ITB, Psikologi UI, Geologi Unpad,

Atau setidaknya di STSI Bandung.

Bahkan di detik terakhir pun,

Aku tetap tak diperbolehkan ke jurusan yang aku minati

Aku orang yang pintar.

Nilai dan prestasiku selalu bagus.

Aku selalu juara semenjak SD hingga SMA.

Sungguh membanggakan bukan?!

Bahkan guruku pun menyarankanku untuk masuk ke sekolah no.1 di kotaku

Aku bahkan diam-diam ingin kabur saja dan bersekolah di sekolah favorit

Tapi lagi-lagi Ibu memaksaku…

Sebenarnya, siapa sih yang bersekolah?

Hingga akhirnya, aku terjebak di sini,

Di kerimbunan orang-orang pencari kerja

Yang tak jelas keahliannya apa!

Ibuku, dia bahkan punya kuasa yang lebih

Jika dibandingkan dengan ayahku yang selalu pergi.

Itulah aku..

Dulu karena aku masih kanak-kanak,

Punya hak apa aku?

Jadi jangan salahkan aku, Ibu,

Jika aku tak dapat memenuhi keinginanmu

Untuk menghapusi pundi-pundi utangmu.

Salahkan dirimu sendiri, Ibu.

Jangan ajak-ajak aku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s