Tentang Anies Baswedan: Perahu-Perahu Pemuda di Lautan Samudera Sosial


anies

Korupsi merajalela bukan karena penjahatnya banyak, tapi karena orang baik memilih untuk mendiamkan.” -Anies Baswedan-

            Anies Rasyid Baswedan atau yang dikenal dengan Anies Baswedan, 47 tahun lalu lahir di Kuningan, tepatnya pada tanggal 7 Mei 1969. Putra pertama pasangan Rasyid Baswedan dan Aliyah Rasyid ini merupakan cucu dari Abdurrachman Baswedan (AR Baswedan), sorang jurnalis dan diplomat, yang pernah menjabat sebagai Menteri Penerangan pada masa revolusi fisik. Tampaknya, darah sang kakek mengalir pada cucu yang saat ini juga menjabat sebagai Menteri, yakni Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah. Sedangkan perhatiannya terhadap dunia pendidikan bisa jadi berasal dari kedua orang tuanya yang merupakan akademisi; ayahnya, Drs. Rasyid Baswedan merupakan dosen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia. Sementara ibunya, Prof. Dr. Aliyah Rasyid, M.Pd merupakan guru besar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Universitas Negeri Yogyakarta.

            11 Mei 1996 adalah salah satu tahun yang membahagiakan bagi Anies. Pada tahun tersebut Anies mempersunting gadis idamannya Fery Farhati Ganis, seorang sarjana psikologi dari Universitas Gadjah Mada dan master di bidang Parenting Education, Universitas Northern Illinois. Pasangan ini saat ini dikaruniai tiga orang putra dan satu orang putri: Kaisar Hakam, Mikail Azizi, Mutiara Annisa, Ismail Hakim.

DUNIA PENDIDIKAN: DUNIA DENGAN GEMERLAP KEILMUAN & KEORGANISASIAN

            Anies kecil mulai mengenyam pendidikan saat berusia 5 tahun dengan bersekolah di TK Syuhada. Setahun kemudian Anies masuk SD Laboratori, di Yogyakarta. Dari sejak kecil, Anies kecil telah menunjukkan bakatnya sebagai seorang pemimpin dan aktif di dunia organisasi dan kepemimpinan. Hal tersebut terbukti saat Anies berusia 12 tahun, beliau membentuk kelompok anak muda KELABANG (Klub Anak Berkembang) di kampungnya. Kepemimpinan Anies muncul saat SMP Anies kecil terpilih sebagai Ketua Panitia Tutup Tahun di SMP Negeri 5 Yogyakarta, tempat Anies menuntut ilmu. Ketika beliau duduk di bangku SMA, Anies terpilih menjadi ketua OSIS SMA 2 Yogyakarta dan menjadi ketua OSIS Se-Indonesia saat mengikuti pelatihan kepemimpinan bersama 300 Ketua OSIS Se-Indonesia. Dua tahun berikutnya, Anies mengikuti pertukaran pelajar AFS Intercultural Programs selama satu tahun d Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat selama satu tahun (1987-1988) yang membuka luas cakrawala berpikirnya. Lima tahun mengenyam pendidikan SMA karena setahun mengikuti pertukaran pelajar AFS, pada tahun 1989 Anies kemudian melanjutkan studi di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

            Semasa kuliah di Fakultas Ekonomi UGM, Anies aktif dengan berbagai kegiatan kampus dan gerakan mahasiswa. Anies bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) di UGM. Kepemimpinannya semakin terasah saat menjadi ketua Senat UGM pada tahun 1992 setelah organisasi kampus lama dibekukan oleh Orde Baru (ORBA). Anies membuat beberapa gebrakan dalam dunia organisasi kemahasiswaan, di antaranya membentuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai lembaga eksekutif dan memosisikan senat sebagai lembaga legislatif yang disahkan dalam kongres pada tahun 1993. Saat menjadi mahasiswa di UGM pula, dengan memenangkan sebuah lomba menulis menengenai lingkungan, Anies mendapatkan beasiswa Japan Airlines Foundation (JAF) untuk mengikuti kuliah musim panas bidang Asian Studies di Universitas Sophia, Tokyo, Jepang.

            Setelah lulus kuliah di UGM dan menikah, pada tahun 1997 Anies kemudian melanjutkan studi di Amerika dengan mendapatkan beasiswa Fullbright dari AMINEF di bidang keamanan internasional dan kebijakan ekonomi di School of Public Affairs, University of Maryland, College Park dan lulus pada Desember 1998 dengan mendapatkan anugerah William P. Cole III Fellow di universitasnya. Setelah lulus dari Maryland, Anies mendapatkan beasiswa kembali untuk melanjutkan kuliah dalam bidang ilmu politik di Northern Illinois University (NIU) pada tahun 1999 dan di tahun 1994 Anies meraih beasiswa Gerald S. Maryanov Fellow, penghargaan yang hanya diberikan pada mahasiswa NIU yang berprestasi pada bidang ilmu politik. Pada tahun 2005 Anies lulus dengan disertasi doktoralnya yang berjudul Regional Autonomy and Patterns of Democracy in Indonesia yang menginvestigasi efek dari kebijakan desentralisasi terhadap daya respond dan transparansi pemerintah daerah serta partisipasi publik dengan menggunakan data survei dari 177 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

PERJALANAN KARIR

            Perjalanan karirnya dimulai sebelum melanjutkan kuliahnya di Amerika. Pada tahun 1996 Anies pernah bekerja di Pusat Antar Universitas Studi Ekonomi UGM sebagai peneliti dan koordinator proyek. Setelah menyelesaikan kuliah doktor di tahun 2004, Anies sempat bekerja sebagai manajer riset di IPC, Inc. Chicago yang merupakan sebuah asosiasi perusahaan elektronik sedunia.

            Perjalanan karirnya kemudian berlanjut dengan mendapatkan tugas sebagai Direktur Riset The Indonesian Institute yang didirikan pada Oktober 2004, setelah sebelumnya Anies bergabung dengan lembaga non-profit Kemitraan untuk Reformasi Tata Kelola Pemerintahan yang berfokus pada reformasi birokrasi di beragam wilayah di Indonesia dengan menekankan kerjasama antara pemerintah dengan sektor sipil.

            Momen terpenting lainnya adalah pada 15 Mei 2007, di mana Anies dilantik menjadi Rektor Universitas Paramadina dan merupakan rektor termuda di Indonesia saat itu. Anies menggantikan posisi Nurcholis Madjid atau yang biasa dipanggil Cak Nur, yang juga merupakan pendiri Universitas Paramadina. Banyak gagasan-gagasan yang kemudian Anies wujudkan selama menjadi rektor di lingkungan kampus Paramadina. Di antaranya adalah menggagas Beasiswa Paramadina yang mengadopsi konsep penamaan mahasiswa penerima beasiswa setelah dia lulus sebagaimana konsep tersebut digunakan di banyak universitas di Amerika dan Eropa. Gagasan lainnya yang Anies wujudkan adalah dengan adanya mata kuliah anti-korupsi yang wajib diambil oleh mahasiswa Paramadina. Mata kuliah ini mengajarkan kerangka teoritis sampai laporan investigatif tentang praktik korupsi. Adanya bahan pengajaran ini didasari karena Anies menganggap bahwa salah satu persoalan bangsa ini adalah praktik korupsi.

            Pada Februari 2013, setelah sebelumnya Anies menjadi anggota dari Tim 8 KPK—yaitu tim yang meneliti kasus dugaan kriminalisasi terhadap Bibit Samad Riyanto dan Chandra M hamzah tahun 2010—Anies diminta untuk menjadi pemimpin Komite Etik KPK. Tugas komite ini adalah memeriksa ihwal bocornya surat perintah penyidikan (sprindik) kasus korupsi proyek Hambalang.

            Setelah bertahun-tahun bergerak dalam kegiatan sosial, Anies pun kemudian memasuki dunia politik dengan mengikuti konvensi capres dari Partai Demokrat dan menggagas “Indonesia Kita Semua” yang mengajak semua orang untuk ikut terlibat mengurus negeri, ikut gerakan TurunTangan yang dalam setahun berhasil mengumpulkan 30.000 relawan tanpa bayaran.

            Meskipun pada akhirnya tidak menjadi capres dari Partai Demokrat dalam Konvensi Capres PD, Anies kemudian diminta menjadi juru bicara pasangan Capres Cawapres Jokowi-JK di Pilpres 2014. Pasca dinyatakan memenangkan pemilu presiden 2014 oleh KPU, Anies kemudian diminta menjadi salah satu staf deputi Rumah Transisi Jokowi-JK yang bertujuan untuk menyiapkan kabinet sebelum pengangkatan resmi Jokowi-JK sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

            Berpengalaman di bidang pendidikan dan kepeduliannya terhadap masalah pendidikan dan anak-anak di Indonesia, membuatnya diberi amanat dan tanggung jawab sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kabinet Kerja Jokowi-JK periode 2014-2019. Bagi Anies, pendidikan adalah kunci peningkatan kualitas manusia. Peningkatan kualitas guru adalah salah satu hal yang ingin ia lakukan karena menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan akan terjadi dengan meningkatkan kualitas guru, sebab guru memiliki peran sentral dalam interaksi antar manusia di ranah pendidikan formal.

            Dalam berbagai kesempatan, Anies Baswedan mengatakan: ada tiga hal yang dia jadikan pedoman dalam memilih karir. Yakni, apakah secara intelektual dapat tumbuh, apakah masih dapat menjalankan tanggun jawab sebagai kepala keluarga, dan terakhir adalah apakah mempunyai pengaruh sosial.

 MENGGAGAS LAHIRNYA GERAKAN RELAWAN BERBASIS KEPEMUDAAN

            Gerakan Indonesia Mengajar (GIM). Siapa sangka jika GIM menjadi semakin besar. Gagasan ini diawali dari pengalaman Anies saat menjadi mahasiswa UGM. Pada masa itu, Anies banyak belajar dari mantan rektor UGM yang menginisiasi Program Pengerahan Tenaga Mahasiswa (PTM), Prof. Dr. Koesnadi Hardjasoemantri. Program ini adalah program untuk mengisi kekurangan guru SMA di daerah, khususnya di luar Jawa. Cerita tentang PTM yang penuh nilai menjadi salah satu sumber inspirasi bagi lahirnya Indonesia Mengajar, yakni sebuah gerakan mengirimkan anak-anak muda terbaik bangsa (Pengajar Muda) untuk mengajar di Sekolah Dasar (SD) di daerah terpencil selama 1 tahun.

            Mendapat gelar pendidikan tinggi dari luar negeri semakin memperkuat jiwa nasionalisme Anies dan tekadnya untuk membuat anak-anak Indonesia mampu bersaing di lingkungan global. Selain kompetensi kelas dunia, anak-anak Indonesia juga harus memiliki pemahaman empatik akar rumput yang mendalam. Proses untuk mendesain dan mengembangkan konsep Indonesia Mengajar dimulai tahun 2009, yang berawal dari tim kecil untuk kemudian semakin membesar dan membentuk Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar. Dari gerakan Indonesia Mengajar ini, bermunculan gerakan-gerakan yang saling mendukung dan terkait satu sama lainnya. Gerakkan Indonesia Menyala yang didirikan tahun 2011, yakni sebuah gerakan perpustakaan yang bertujuan meningkatkan minat baca di daerah penempatan Pengajar Muda. Kelas Inspirasi pada tahun 2012, yakni kegiatan para professional di bidangnya untuk turut berkontribusis bagi pendidikan dengan cara meluangkan waktu untuk memberikan inspirasi bagi anak-anak SD yang telah ditentukan, Festival Gerakan Indonesia Mengajar (FGIM), Ruang Belajar; adalah kegiatan berbagi pengalaman mengajar dan pembelajaran yang menyenangkan dari kelas yang diampu oleh Pengajar Muda.

            TurunTangan. Dalam pandangan Anies berdasarkan penghayatan UUD 1945, Negara ini tak hanya sekadar bercita-cita melainkan juga sedang berjanji. Republik Indonesia dibangun berdasarkan ikatan janji, yakni Janji Kemerdekaan. Janji kemerdekaan di antaranya adalah janji perlindungan, kemerdekaan, pencerdasan, dan peran global pada setiap anak bangsa. Bagi Anies pelunasan janji kemerdekaan tidak hanya menjadi tanggung jawab konstitusional Negara dan pemerintah, melainkan juga merupakan tanggung jawab setiap anak bangsa yang telah terlindungi, tersejahterakan, dan tercerdaskan. Dari filosofi tersebut, Anies kemudian menggagas gerakan TurunTangan, mengajak semua orang untuk turut ikut terlibat mengurus negeri ini dengan mendorong orang baik mengelola pemerintahan.

            Gerakan TurunTangan ini didirikan pada 2013 dengan semangat keikhlasan (relawan) tanpa bayaran. TurunTangan bergerak lebih banyak di kegiatan sosial dan politik. Gerakan ini mendorong partisipasi anak-anak muda di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan politik. Dibantu dengan platform berbasis web, platform ini membantu relawan dalam mencari, mengumpulkan, dan menggerakkan para sukarelawan di seluruh lokasi di Indonesia berdasarkan keahlian masing-masing. TurunTangan berusaha untuk menciptakan sebuah politik yang sehat, di mana masyarakat diedukasi agar kritis dalam menyikapi seluruh pilihan yang ada.

PENGHARGAAN

            Diawali dengan penghargaan Gerald Maryanov Fellow pada tahun 2004 dari kampusnya, Departemen Ilmu Politik Universitas Northern Illinois. Pada tahun 2008, majalah Foreign Policy mencatatkan nama Anies Baswedan sebagai salah satu Top 100 Public Intellectuals. Ia merupakan satu-satunya figur dan Asia Tenggara yang masuk ke dalam daftar 100 intelektual dunia. Sedangkan kepemimpinan Anies membuat namanya muncul dalam salah satu Young Global Leaders pada Februari 2009 yang diberikan oleh World Economic Forum.

            Pada 2010 Majalah Foresight menyebutkan Anies sebagai salah satu dari World’s 20 Future Figure, yakni 20 orang yang diprediksi akan mengubah dunia dalam 20 tahun yang akan datang. Pada tahun 2010 pula, Anies menerima penghargaan dari The Association of Social and Economic Solidarity with Pacific Countries (PASIAD) kategori Pendidikan dari Pemerintah Turki. Masih di tahun yang salam bulan Juni, Anies menerima penghargaan Nakasone Yasuhiro yang diberikan langsung oleh mantan Perdana Menteri Jepang tersebut. Penghargaan ini diberikan kepada orang-orang visioner yang membawa perubahan dan memiliki daya dobrak, demi tercapainya abad 21 yang lebih cerah. Di Juli 2010, The Royal Islamic Strategic Studies Center, Yordania, menempatkan Anies sebagai salah satu dari 500 orang muslim berpengaruh di seluruh dunia.

            Saat ini Anies dapat dihubungi melalui media sosialnya yang terbilang paling lengkap di antara para pejabat Negara. Melalui saluran youtube-nya dengan user “aniesbaswedan”, Anies telah memiliki 9.244 pelanggan dengan ratusan video yang telah diunggah, baik video mengenai kegiatan sehari-harinya maupun gagasan-gagasan yang dituangkan melalui video tersebut. Sedangkan fanpage facebooknya “aniesbaswedan”, telah disukai sebanyak 575.125 likes. Anies pun termasuk yang aktif berkicau di Twitter dengan akun @aniesbaswedan yang dapat dibaca oleh satu juta lebih pengikut dengan total lebih dari 9891 tweets. Anies pun memiliki instagram @aniesbaswedan dengan 45,9 juta followers dan G+ (Google Plus) dengan 121.138 pengikut dan 758.969 tampilan info di laman G+ nya.

Nama Lengkap: Anies Rasyid Baswedan, Ph.D

TTL: Kuningan, 7 Mei 1969

Istri: Fery Farhati Ganis

Anak: Kaisar Hakam, Mikail Azizi, Mutiara Annisa, Ismail Hakim.

Sosial Media:

  • Facebook fanpage: aniesbaswedan
  • Twitter: @aniesbaswedan
  • Instagram: @aniesbaswedan
  • G Plus: anies baswedan
  • Youtube Channel: aniesbaswedan

Pendidikan:

  • SD IKIP Laboratori II, Yogyakarta Tahun 1982
  • SMP Negeri 5, Yogyakarta Tahun 1985
  • SMA Negeri 2, Yogyakarta Tahun 1989
  • South Milwaukee Senior High School, Wisconsin, Amerika Tahun 1988 (AFS Year Programme)
  • S1 Fakultas Ekonomi UGM, Yogyakarta Tahun 1995
  • S2 University of Maryland, School of Public Policy, College Park, Amerika Tahun 1998
  • S3 Northern Illinois University, Department of Political Science, Illinois, Amerika Tahun 2005

Karir:

  • Tahun 2005 – 2007 || Peneliti Utama, Lembaga Survei Indonesia (LSI)
  • Tahun 2006 – 2007 || Kemitraan untuk Reformasi Tata Kelola Pemerintahan
  • Tahun 2006 – 2007 || National Advisor, bidang desentralisasi dan otonomi daerah, Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan
  • Tahun 2007 || Rektor Universitas Paramadina
  • Tahun 2009 || Moderator pada acara Debat Calon Presiden
  • Tahun 2009 || Anggota Tim-8 dalam kasus dugaan pidana KPK Bibit Waluyo & Chandra Hamzah
  • Tahun 2010 || Sebagai Presenter di program Save Our Nation, MetroTV
  • Tahun 2010 || Sebagai Presenter di Young Global Leaders Summits, Tanzania, Afrika
  • Tahun 2012 || Ketua Komite Etik kasus Sprindik Korupsi Proyek Hambalang
  • Tahun 2014 || Juru Bicara Jokowi-JK dalam Pilpres 2014
  • Tahun 2014 || Deputi Tim Transisi Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Jokowi-JK
  • tahun 2014 || Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah

Penghargaan:

  • 2013 || The Golden Awards (Gerakan Indonesia Mengajar)
  • 2013 || Anugerah Integritas Nasional dari Komunitas Pengusaha Antisuap (Kupas) serta Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia
  • 2013 || Penghargaan Dompet Dhuafa Award 2013
  • 2013 || Penghargaan Tokoh Inspiratif (Anugerah Hari Sastra Indonesia) Internasional
  • 2004 || Gerald Maryanov Award (Departemen Ilmu Politik Universitas Nothern Illinois)
  • 2008 || 100 Intelektual Publik Dunia (Majalah Foreign Policy)
  • 2009 || Young Global Leaders (World Economic Forum)
  • 2010 || 20 Tokoh Pembawa Perubahan Dunia (Majalah Foresight Jepang
  • 2010 || PASIAD Education Award -The Association of Social and Economic Solidarity with Pacific Countries (PASIAD)
  • 2010 || Nakasone Yasuhiro Award (Mantan Perdana Menteri Jepang, Yasuhiro Nakasone)
  • 2010 || 500 Muslim Berpengaruh di Dunia (The Royal Islamic Strategic Studies Center, Jordania)

 

Sumber:
http://aniesbaswedan.com/biografi-anies-baswedan
https://id.wikipedia.org/wiki/Anies_Baswedan
http://www.biografiku.com/2012/10/biografi-anies-baswedan-intelektual.html
http://www.liputan6.com/tag/anies-baswedan
https://www.idjoel.com/profil-dan-biodata-anies-baswedan-menteri-pendidikan-dasar-menengah-dan-kebudayaan/

Can We Be Friend? -Cause Band-


Cause – Can We be friend?

reff
In the morning when will sun won’t goes up?
Light are roaring and the sea what try tide up
every journey has it end so slow down
Now came the rain still the sun won’t goes up

We are conquer the land so can we be friend
Don’t give up your hope
hanging on the road
as above my head so can we be friend

thank to the star light before it the start
the love we made the heart we break
the more you make the more you break
so slow down

forget to the love, forget you to love
the love we made the heart we break
the more you made the more you break
so slow down

In the morning when will sun won’t goes up?
Light are roaring and the sea what try tide up
every journey has it end so slow down
Now came the rain still the sun won’t goes up

We are conquer the land so can we be friend
Don’t give up your hope
hanging on the road
as above my head so can we be friend

Don’t give up the light more give up the fight
lalalalala lalalalala lalalalala lalalalalalala

SLAGORDE PERMESTA


SLAGORDE PERMESTA
(Susunan Organisasi Pasukan Permesta)
colourline
* Sebetulnya, bentuk organisasi pemerintahan dan komando ketentaraan di daerah PRRI-Permesta pada dasarnya adalah begitu kabur, karena tidak adanya kesepakatan yang jelas antara Pemimpin Tertinggi Permesta, Waperdam PRRI/Kepala Pemerintahan Sipil PRRI di Sulawesi serta Panglima Besar Angkatan Perang PRRI (“Panglima Besar Angkatan Perang Permesta”) [apakah para Tiga Serangkai penandatanganan Piagam Palembang yang mendasari berdirinya PRRI itulah yang memegang kekuasaan tertinggi di wilayah PRRI khususnya di wilayah PRRI-Permesta yaitu KS-ADREV Ventje SUMUAL, atau KSAP PRRI/Panglima Besar Permesta Alex KAWILARANG, ataukah Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Pertahanan PRRI / Kepala Pemeritahan Sipil PRRI Joop WAROUW yang memegang wewenang komando tertinggi] – sehingga para bawahannya hanya “meraba-raba” kedudukan tsb


Sebelum Permesta: Komando Tentara Territorium VII/Wirabuana


 

* Komando Tentara & Territorium VII (TT-VII) Wirabuana - Indonesia Timur
    Panglima TT-VII/Wirabuana : Letkol Herman Nicolas Ventje SUMUAL
    Kepala Staf TT-VII        : Letkol Jonosewodjo (dari Divisi Brawijaya)
    Asisten I (Intelejen)     : Kapten Bing LATUMAHINA
    Asisten II (Operasi)      : 
    Asisten III (Personalia)  : Mayor Lendy R. TUMBELAKA
    Asisten IV (Logistik)     : Mayor Jan Wellem (Dee) GERUNGAN
    Asisten V (Urusan Civic & Territorial) : Mayor Malady Jusuf (dari Divisi Diponegoro)
    Resimen Infanteri Hasanuddin (RI-Hasanuddin) di Maros/Malino
            Panglima          : Mayor Andi Muhammad JUSUF Amir (M. Jusuf)
    Resimen Infanteri 23 (RI-23) di Pare-pare, Sulawesi Selatan
            Panglima RI-23    : Mayor Andi RIFAI
    Resimen Infanteri 24 (RI-24) di Manado, Sulawesi Utara   
            Panglima RI-24    : Mayor Daniel Julius (Yus) SOMBA
            Bn.714, Dan Yon   : Mayor Dolf RUNTURAMBI
    Resimen Infanteri 25 (RI-25) di Ambon, Maluku
            Panglima RI-25    : Letkol Herman PIETERS
    Resimen Infanteri 26 (RI-26) di Denpasar - Bali, Nusa Tenggara 
            Panglima RI-26    : Letkol MINGGU
            Kepala Staf RI-26 : Mayor Joost A. WUISAN
    Komando Militer Kota Besar (KMKB) Makassar   
            Komandan KMKB     : Letkol Andi MATTALATTA
            Kepala Staf KMKB  : Mayor SJAMSUDDIN
            Bn.702, Dan Yon   : Kapten John OTTAY


  Komando Pengamanan Sulawesi Selatan & Tenggara (KoDPSST) di Maros, Sulawesi Selatan
    Panglima                  : Letkol (Kolonel) R. SUDIRMAN (dari Divisi Brawijaya)
    Wakil Komandan            : Letkol Andi MATTALATTA
    Kepala Staf               : Letkol Muhammad Saleh LAHEDE
    Asisten I (Intelegen)     : Kapten Komar (dari Divisi Siliwangi)
    Asisten II (Operasi)      : Kapten Tondomulo
    Asisten III (Personalia)  : Kapten Sudjono (Brawijaya)
    Asisten IV (Logistik)     : Kapten Abdul Azis Bustam (TT-VII)
    Asisten V (Urusan Civic & Teritorial) : Mayor Abdul Manan (dari Divisi Brawijaya)
    Komando Operasi/Taktik, yang menguasai satuan-satuan sbb: 
      RI-23 di Pare-pare, Komandan : Mayor Andi RIFAI
          Batalyon (Bn) 703 (Divisi Brawijaya), 
          Bn.705 (Divisi Brawijaya), 
          Bn.709 (Divisi Diponegoro), 
          Bn.711 (Divisi Brawijaya)
      RI-Hasanuddin di Maros/Malino, Komandan : Mayor Andi Muhammad JUSUF Amir (M. Jusuf)
          Bn.704, Bn.708, Bn.710, Bn.715, Bn.716, Bn.717, Bn.718
          Dipinjam dari TT-V/Brawijaya: 
             Bn.509, Bn.510, Bn.511, Bn.513, Bn.514, Bn.515, Bn.156, Bn.527, Bn.528

 


Saat awal Permesta: Pemerintahan Militer PERMESTA 1957


* Staf Pemerintahan Darurat Militer PERMESTA
  (setelah Proklamasi Permesta dan berlakunya Keadaan Darurat Militer/SOB)

  Kepala Pemerintahan Militer : Letkol Herman Nicolas Ventje SUMUAL
  Staf Pertama: Staf TT-VII/Wirabuana (yang sudah ada sebelumnya)
    Kepala Staf TT-VII        : Letkol Jonosewoyo (dari Divisi Brawijaya)
    Asisten I (Intelejen)     : Kapten Bing LATUMAHINA
    Asisten II (Operasi)      : 
    Asisten III (Personalia)  : Mayor Lendy R. TUMBELAKA
    Asisten IV (Logistik)     : Mayor Jan Wellem (Dee) GERUNGAN
    Asisten V (Urusan Civic & Territorial) : Mayor Malady Jusuf (dari Divisi Diponegoro)
    Komando Daerah Militer Sulawesi Selatan - Tenggara (KDM-SST)
            Gubernur Militer  : Letkol (tituler) Andi Pangerang (Gubernur Sulawesi)
            Kepala Staf       : Letkol Andi Mattalatta
    Komando Daerah Militer Sulawesi Utara (KDM-SUT)
            Gubernur Militer  : Letkol Daniel Julius (Yus) SOMBA
            Kepala Staf       : Mayor Dolf RUNTURAMBI
    Komando Daerah Militer Maluku - Irian Barat (KDM-MIB)
            Gubernur Militer  : Letkol Herman PIETERS
    Komando Daerah Militer Sunda Kecil/Nusa Tenggara
            Gubernur Militer  : Letkol MINGGU

  Staf Kedua: Staf Pemerintahan Militer
    Kepala Staf Pemerintahan  : Letkol Muhammad Saleh LAHEDE
    Wakil Kepala Staf         : Mayor Eddy GAGOLA
    Sekretariat dipimpin      : Kapten W.G.J. KALIGIS (Sekretaris)

    Tim Asistensi Pemerintahan Militer, dibentuk untuk tugas sehari² dalam Staf Pemerintahan,
    dikomandoi oleh Kepala Staf Pemerintahan Letkol M.Saleh Lahede, & dibagi dlm 10 seksi, yaitu:
    1. Seksi Politik, Tata Negara, Hukum & Tata Tertib, ketuanya      : Letkol M.Saleh LAHEDE
    2. Seksi Moneter, ketuanya                                        : Kapten Arie W. SUPIT
    3. Seksi Ekonomi & Pembangunan, ketuanya                          : Baharuddin Rachman
    4. Seksi Makanan Rakyat, Bahan² Vital, & Pertanian, ketuanya      : Sampara Daeng LILI
    5. Seksi Pendidikan, Kebudayaan, Kesehatan & Perburuhan, ketuanya : Letkol Oscar E. ENGELEN
    6. Seksi Perhubungan, Pekerjaan Umum, Tenaga, & Irigasi, ketuanya : Kapten J.H. TAMBOTO
    7. Seksi Penerangan & Informasi, ketuanya                         : Kapten Bing LATUMAHINA
    8. Seksi Koordinasi Keamanan, ketuanya                            : Mayor Dee GERUNGAN
    9. Seksi Agama, ketuanya                                          : Kapten Anwar BEY
    10.Seksi Pemuda & Veteran, ketuanya                               : A.N. TURANGAN.

 


Saat awal Permesta: RI-24 / KDM-SUT Permesta 1957


* Resimen Infanteri 24 (RI-24) / Komando Daerah Militer Sulawesi Utara-Tengah (KDM-SUT) Permesta  
  (sebelum TT-VII/Wirabuana dilikuidasi MBAD bulan Juni 1957)
    Panglima RI-24 (KDM-SUT)      : Mayor TNI Daniel Julius (Yus) SOMBA (lalu pangkat Letkol TNI lokal)
      Batalyon 714                : Mayor Dolf RUNTURAMBI
         Wakil komandan           : Kapten Wim NAJOAN (diganti Kapt. Musagani, kemudian Kapt. Robby Frederik)
         Ajudan/Perwira Personalia: Letda OSAK (Ozak)
         Perwira Operasi          : Letda LELENGBOTO
         Komandan Kompi Markas    : Lettu RUNTUWENE
         Kompi Senapan I (Kipan I)        : Lettu SJAMSUDDIN (lokasi di Wangurer Bitung)
         Kompi Senapan II (Kipan II)  : Lettu Frans KAPOJOS lalu diganti Lettu Robby Frederik (di Manado)
         Kompi Senapan III (Kipan III) : Lettu JUNUS (lokasi di kota Manado)
         Kompi Senapan IV (Kipan IV)   : Letda PADAK (lokasi di Tondano)
         Kompi Senapan V (Kipan V)      : Lettu Utu PESIK (lokasi di Amurang)
         Kompi Senapan VI (Kipan VI)   : Letda Jan SOMBA (lokasi di Ternate)
         Kompi Cadangan           : Lettu Son KARAUWAN/Karouwen (di pesisir Majane-Donggala)
      Batalyon 719 (Bn. PALAR)    : Mayor Lukas J. PALAR (2 kompi, di Palu)
      Kompi cadangan              : Kapten Frans KARANGAN (di Palu)
      Kompi Markas                : Letnan Satu Yo LUMANAUW

      Catatan: 
                - Resimen Infanteri 24 (RI-24) diubah menjadi Komando Daerah Militer Sulawesi Utara-Tengah (KDM-SUT) secara resmi oleh KSAD
                  Mayjen A.H. Nasution tgl 28 September 1957, dengan Mayor Daniel Julius (Yus) SOMBA sebagai komandannya & memerima kenaikan
                  pangkat secara otomatis menjadi Letnan Kolonel (Overste). Namun D.J. SOMBA belum menerima  pelantikan kenaikan pangkat Letkol
                  secara resmi dari MBAD (Mabes TNI-AD di Jakarta).
                - Wadan Bn.714 Kapten Wim NAJOAN dimutasikan ke Ko. RI-24, diganti Kapten Musagani;
                - Kapt. Musagani juga dimutasikan ke staf Ko. TT-VII/Wirabuana digantikan oleh Lettu Robby Frederik yg dipromosikan menjadi Kapten.

 


Saat awal Permesta: KDM-SUT PERMESTA 1957


* Komando Daerah Militer Sulawesi Utara-Tengah (KDM-SUT) 
  (setelah TT-VII/Wirabuana dilikuidasi MBAD bulan Juni 1957)
    Kepala Pemerintahan Militer Indonesia Timur Permesta: Letkol H.N.Ventje SUMUAL
    Panglima/Gubernur Militer      : Letkol TNI (lokal) Daniel Julius (Yus) SOMBA
    Kepala Staf Gubernur Militer   : Mayor Dolf RUNTURAMBI
           Batalyon 714            : Mayor Dolf RUNTURAMBI(minus Kompi 1 pimpinan Lettu SJAMSUDDIN)
           Batalyon 717 (ex Bn.702): Mayor John OTTAY (dari Makassar, minus 1 kompi)
           Batalyon 719 (cadangan) : Mayor Lukas J. PALAR (2 kompi)
           Kompi cadangan          : Kapten Frans KARANGAN
           Kompi Detasemen Markas  : Letnan Satu Yo LUMANAUW

    Tim Assistensi Pemerintahan Militer KDM-SUT
    1) Humas & Pembinaan Potensi Masyarakat: Yo KULIIT, Jan TORAR, Henk LUMANAUW
    2) Keamanan                            : Kapt.Sam OGI, Kapt.Bob TILAAR, Kapt.Boetje PANDEIROTH 
    3) Pemerintahan                        : Residen No TICOALU, Residen Wim RATULANGI
                                             (Gubernur Sulutteng: H.D. MANOPPO)
    4) Ekonomi dan Keuangan                : Drs. R.A. Ventje SUAL, Drs. Wempie KALIGIS, 
                                             Herr TOAR (Ka. Cabang Bank Indonesia di Manado)
    5) Pool Kopra                          : A.C.J.(Abe) MANTIRI, J.M.J.(Nun) PANTOUW
    6) Logistik                            : Mayor Wim TENGES, Kapt.Johan(Jo) MANDANG,Olang SONDAKH

      Catatan: 
                - Inti pasukan KDM-SUT (bekas RI-24) hanya terdiri dari satu batalyon yaitu Batalyon 714 dibawah komando Mayor Dolf RUNTURAMBI,
                  dimana Kompi 1 pimpinan Lettu SJAMSUDDIN pindah ke Makassar.
                - Bn. 702 dibawah komando Mayor John Ottay dari KDM-SST Makassar disusun menjadi batalyon KDM-SUT yang kedua, yaitu Bn. 717.
                  Dalam batalyon ini, satu kompi yang berasal dari (suku) Makassar tidak ikut serta ke Sulawesi Utara  pada bulan Juni 1957.
                - Batalyon 719 dibawah komando Mayor Lukas J. PALAR di Sulawesi Tengah yg terdiri dari 2 kompi dipimpin oleh Mayor PALAR sendiri
                  dan kompi pimpinan Kapten Frans KARANGAN asal Toraja tidak begitu pasti kedudukannya dibawah KDM-SUT.
                - Sebagai Tim Asistensi yang membidangi keamanan, Bob TILAAR dan Boetje PANDEIROTH menerima pangkat tituler Kapten.

 


Saat Permesta: KDM-SUT PERMESTA akhir 1957


* Komando Daerah Militer Sulutteng (KDM-SUT) Oktober 1957-Agustus 1958
  (reorganisasi akhir tahun 1957, sebelum pemutusan hubungan dengan pusat)
    Gubernur Militer Sulutteng : Letkol Daniel Julius (Yus) SOMBA 
    Kastaf Gubernur Militer    : Mayor Dolf RUNTURAMBI
    Kompi Markas KDM-SUT       : Letnan Yo LUMANAUW

    Resimen Ular Hitam (Sulawesi Utara) bermarkas/posko di Tomohon (Oktober 1957)
       Komandan Resimen        : Mayor Dolf RUNTURAMBI (jabatan rangkap Kastaf Gubmil sampai awal 1958)
         Batalyon 714          : Kapten Robby FREDERIK
         + 1 kompi markas
    Resimen Anoa  (Sulawesi Tengah) bermarkas/posko di Palu (November 1957)
       Komandan Resimen        : Mayor Jan Wellem "Dee" GERUNGAN 	 
         Batalyon 719          : Mayor Lukas J. PALAR
                                 (Kompi Mayor PALAR + Kompi Frans KARANGAN [batalyon minus])
 
      Catatan: 
                - Staf Komando TT-VII yang bergabung dalam staf KDM-SUT adalah: Letkol Ventje SUMUAL, Mayor J.W. GERUNGAN,
                  Mayor Eddy GAGOLA, Mayor Lendy R. TUMBELAKA, bekas Kastaf RI-26 Bali Mayor Joost A. WUISAN, 
                  Mayor Wim TENGES & Mayor Wim JOSEPH (keduanya baru menamatkan pendidikan di SSKAD Angkatan V),
                  serta Lettu Utu BAYBAY yang juga baru lulus dari Sekolah Komandan Kompi di Cimahi, Bandung.
                - KDM-SUT diresmikan oleh KSAD Mayjen A.H. Nasution tgl 28 September 1957, dgn Mayor D.J. (Yus) SOMBA sbg komandannya
                  & memerima kenaikan pangkat secara otomatis menjadi Letnan Kolonel (Overste) tgl 1 Januari 1958.

Saat Permesta: KDM-SUT PRRI 1958


* Komando Daerah Militer Sulutteng (KDM-SUT) Februari 1958-Agustus 1958
  (reorganisasi tanggal 19 Februari 1958)
    Gubernur Militer Sulutteng : Letkol Daniel Julius (Yus) SOMBA 
    Kastaf Gubernur Militer    : Mayor Joost A. WUISAN
    Kompi Markas KDM-SUT       : Letnan Yo LUMANAUW

    Sektor I/Resimen Team Pertempuran (RTP) "Ular Hitam" di Tomohon (Oktober 1957)
       Komandan Resimen        : Mayor Dolf RUNTURAMBI 
         Batalyon 714          : Kapten Robby FREDERIK
          = dipecah menjadi Batalyon "P" dan "S"
    Sektor II/Resimen Team Pertempuran (RTP) "Anoa" di Palu (November 1957)
       Komandan Resimen        : Mayor Jan Wellem (Dee) GERUNGAN 	 
         Batalyon 719          : Mayor Lukas J. PALAR  
          = dipecah menjadi Batalyon "Q" dan "R" 
            Batalyon Q         : Mayor J. LUMINGKEWAS	
            Batalyon R         : 	
			
      Catatan: 
                - Setelah RTP "Ular Hitam" yg terbentuk pada September 1957 & diresmikan pada awal tahun 1958 serta dikomandoi oleh Mayor Dolf 
                  Runturambi, maka jabatan Kastaf Gubmil diserahkan dari Mayor Dolf Runturambi ke Mayor Joost A. Wuisan. 
                - Inti pasukan RTP "Ular Hitam" adalah Batalyon 714 dibawah komando Mayor Dolf RUNTURAMBI dan bermarkas di Tomohon.
                  Kemudian Bn. 714 dipecah menjadi Batalyon "P" dan "S".
                  Setelah pemutusan hubungan dengan pusat pada bulan Februari 1958, RTP "Ular Hitam" dipecah menjadi Bn. "H","O","P","S","T"
                  yang dipecah dari kompi² sebelumnya dengan tambahan anggota pasukan dari pemuda dan bekas KNIL yang bergabung.
                - Inti pasukan RTP "Anoa" adalah Batalyon 719 dibawah komando Mayor Lukas J. PALAR.
                - Bn. 719 dibawah komando Mayor Lukas J. PALAR di Sulawesi Tengah yang terdiri dari 2 kompi yang dipimpin Mayor PALAR sendiri
                  dan kompi pimpinan Kapten Frans KARANGAN asal Toraja tidak begitu pasti kedudukannya dibawah KDM-SUT.
                  Batalyon 719 dipecah menjadi Batalyon "Q" dan "R" dari kedua kompi tersebut, kemudian disusul Bn. "N" & "U".
                - Komandan Batalyon PALAR (Bn "Q"), Mayor Lukas PALAR bersama pasukan pengawalnya gugur di perairan Poso dlm pertempuran
                  "OPERASI JAKARTA II", ketika sedang menyeberangi teluk dengan motorboat, disergap dan ditenggelamkan pesawat tempur AURI.
                  Setelah itu pasukan Palar terpencar²: sebagian mengikuti pasukan Dee Gerungan masuk hutan Sulteng, & sebagian lagi
                  menggabungkan diri dengan satuan² Resimen Ular Hitam. Serta Bn. Q sendiri sebagai pasukan cadangan KSAD.
                  Pasukan Permesta di Sulawesi Tengah memang tidak disukai di situ karena kekejamannya.
                - Kapten Frans KARANGAN bersama kompinya menyeberang kepada TNI, & ikut menumpas pasukan Permesta di wilayah Sulteng.
                - Pasukan PRRI di SUlutteng sudah dapat dilipatgandakan dua kali sampai akhir bulan April 1958, dari sukaralawan, sedangkan
                  di dalam tempat² latihan masih terdapat pemuda² yang sama jumlahnya.

Pergolakan Permesta: APREV PRRI 1958-1959


* Staf Komando Angkatan Perang Revolusioner (APREV) PRRI di Indonesia Timur (Permesta) 
 (sebelum pendaratan APRI [TNI] / "Tentara Pusat" bulan Juni 1958)
 
  Menteri Pertahanan/Wakil Perdana Menteri PRRI/
  Kepala Pemerintahan PRRI Sulut/Indonesia Timur      : Kolonel Jacob Frederick (Joop) WAROUW

  Kepala Staf Angkatan Perang Revolusioner/KSAP(APREV): Mayjen Alexander Evert (Alex) KAWILARANG
  Kepala Staf Angkatan Udara Revolusioner/KSAU(AUREV) : Comodore Muda Petit MUHARTO KARTODIRDJO
  Wakil Kepala Staf AUREV                             : Hadi SAPANDI

  Kepala Staf Angkatan Darat Revolusioner/KSAD(ADREV) : Brigjen H.N. Ventje SUMUAL 
  Asisten I (Urusan Intelegen)                        : Letkol Jan Maximillian Johan (Nun) PANTOUW
  Asisten II (Urusan Operasi)                         : Letkol Arie Willy SUPIT
  Asisten III (Urusan Personalia)                     : Letkol Lendy R. TUMBELAKA
  Asisten IV (Urusan Logistik)                        : Letkol tituler A.C.J.(Abe) MANTIRI
  Asisten V (Urusan Civic & Territorial)              : Letkol Wim NAJOAN    
  
  Komando Daerah Pertempuran (KDP):
  KDP I/Maluku Utara, Komandan                        : Letkol Abdul KADIR,diganti Letkol Nun PANTOUW
  KDP II/Minahasa, Komandan                           : Letkol Daniel Julius (Joes) SOMBA
  KDP III/Bolmong-Gorontalo, Komandan                 : Letkol Dolf RUNTURAMBI
  KDP IV/Sulawesi Tengah, Komandan                    : Letkol Jan Wellem (Dee) GERUNGAN

  Komando Militer Kota Besar (KMKB) Manado, Komandan  : Mayor Wim JOSEPH
  Komando Daerah Garnisun (KDG) Tomohon, Komandan     : Kapten LANTANG
  Komando Militer Kota (KMK) Kotamobagu, Komandan     : Kapten Evert SUMUAL

  Detasemen Markas KSAD Ventje SUMUAL                 : Mayor LOMPOLIU
  
   Catatan: 
        - Tanggal 15 Februari 1959 diadakan reorganisasi susunan pemerintahan PRRI dimana Brigjen TNI Alexander Evert KAWILARANG kemudian
          menjadi Kepala Staf Angkatan Perang dengan pangkat Jenderal Mayor. Kemudian menjadi Panglima Besar PRRI. Kedua jabatan ini
          tidak disukai Alex Kawilarang sendiri karena ia menganggap PRRI adalah separatis. Ia lebih suka disebut Panglima Besar pasukan Permesta
        - Atase Militer AURI pada KBRI di Manila Mayor AURI Petit MUHARTO dijadikan KSAU - Angkatan Udara Revolusioner dalam pertemuan
          petinggi PRRI di Singapura dgn menerima pangkat Comodore Muda. Ia dibantu oleh Wakil Kepala Staf Hadi SAPANDI, bekas Komandan
          Squadron III-Pemburu AURI di Cililitan (sek. Pangkalan Udara Halim Perdana Kusumah) dgn Kapten AURI, bermarkas di Jl.Sario Manado.

colourline

* Slagorde PRRI di Indonesia Timur (Permesta)
  (setelah pendaratan APRI/"Tentara Pusat" bulan Juni 1958)
    Komando Daerah Pertempuran (KDP) I/Maluku Utara
       Panglima : Letkol Jan Maximillian Johan (Nun) PANTOUW,
                  kemudian diganti oleh Mayor Jonkhy Robert KUMONTOY (sampai awal thn 1962)
       Wakil    : Mayor Jongky Robert KUMONTOY
        pasukan intinya adalah kesatuan dari Yo LUMANAUW, Yonkhy R. KUMONTOY, Bob MARAMIS, dll 

    Komando Daerah Pertempuran (KDP) II/Minahasa (KDPM)
       Panglima : Letkol Daniel Julius SOMBA
           bermarkas/posko di Kotamenara/Amurang   
       Batalyon A, dibawah komando Mayor A.R. DEMSY
       Batalyon B, dibawah komando Mayor Utu PESIK
       Batalyon C, dibawah komando Mayor OROH
       Batalyon D, dibawah komando Mayor Daan KARAMOY (Bn. Sambar Nyawa)
       Batalyon E, dibawah komando Mayor Agus TUWAIDAN
       Batalyon F, dibawah komando Mayor LASUT
       Batalyon G, dibawah komando Mayor MUDENG
       Batalyon I, dibawah komando Mayor Bob PUTU (Boy POTU)
       Batalyon J, dibawah komando Mayor 
       Batalyon K, dibawah komando Mayor RAMPENGAN (Bn. Kalah Hitam)
       Batalyon L, dibawah komando Mayor Agustinus LAWALATTA (Bn. Badak Hitam)
       Batalyon M, dibawah komando Mayor Hein Hendrik KALANGI (Bn. Manguni)
       Batalyon P, dibawah komando Mayor OZAK
       Batalyon R, dibawah komando Mayor Frans KAREPOUWAN (Bn. Jin Kasuang)
       Batalyon W, dibawah komando Mayor WERWER (Bn. Sapta Marga)
       Batalyon X, dibawah komando Mayor Nyong ROMPAS
       Batalyon Y, dibawah komando Mayor Utu BAYBAY
       Komando Militer Kota Besar (KMKB) Manado, dibawah komando Mayor Wim JOSEPH
       Komando Daerah Garnisun (KDG) Tomohon, dibawah komando Kapten LANTANG  
       Kesatuan-kesatuan non-reguler, antara lain: 
          Kesatuan Mayor Adolf SILANGEN (putra² asal Satal), 
          Kesatuan Mayor MERAY,
          Kesatuan Boy SIGARLAKI
          yang berbentuk/berjumlah kompi plus atau batalyon minus, atau peleton plus.

    Komando Daerah Pertempuran (KDP) III/Bolmong-Gorontalo
       Panglima : Letkol Dolf RUNTURAMBI
           bermarkas/posko di Biga/Kotamobagu
       Komando Militer Kota (KMK) Kotamobagu, dibawah komando Kapten Evert SUMUAL  
       Batalyon H, dibawah komando Mayor KAINDEH
       Batalyon O, dibawah komando Mayor David PANTOUW (3 kompi senapan) di Dumoga s/d Tungoi
       Batalyon S, dibawah komando Mayor Wim SIGAR (bn. kecil) di Boroko, Atinggola, Bintauna
       Batalyon T, dibawah komando Mayor Boetje TOGAS
       Batalyon U, dibawah komando Mayor Son KARAUWEN
       Batalyon V, dibawah komando Kapten RUMAGIT
       Batalyon Q, dibawah komando Mayor J. LUMINGKEWAS
       Batalyon DAMOPOLII, dgn komandan Mayor Usman DAMOPOLII (1 kompi besar/batalyon persiapan)
       Kompi Markas (kompi pengawal), dgn komandan Letnan Bolu KINDANGEN
       5 unit (regu) Combat Intelegence (CI)
       Kompi Pengawal KDP III 
       Kompi Herman RUNTURAMBI (kompi gabungan putra² Minahasa, Bolmong dan Gorontalo) --> di Inobonto
       Kompi PAPUTUNGAN, dgn komandan Lettu PAPUTUNGAN (putra² Bolmong) --> di Kotamobagu Selatan

      Catatan: 
                - Mayor F.H.L.W. (Eddy) MONGDONG adalah Komandan Sektor III/Wilayah Tomohon sebelum membelot bulan Agustus 1958.
                  Dikatakan bahwa ia adalah pjs. KDP-II Minahasa / KDPM saat Letkol D.J. SOMBA memimpin "Operasi Jakarta II" di Sulteng.
                - Mayor Eddy MONGDONG & sebagian besar anggota pasukannya di Sektor III/Lokon membelot kepada TNI bulan Agustus 1958
                - Bn. Q pimpinan Mayor J. Lumingkewas, oleh KSAD Ventje SUMUAL dijadikan pasukan cadangan langsung dibawah perintahnya.
                  Sebelumnya, Bn. Q bagian dari pasukan Mayor PALAR yg kocar-kacir akibat dipukul mundur dari OPERASI DJAKARTA II di Sulteng.
                - awal 1959 Bn. H, T & U diperbantukan pada KDP II dalam Serangan Umum & tapi kemudian tidak kembali lagi ke wilayah KDP III
                - Kompi PAPUTUNGAN membelot ke TNI saat Kapten Daan OLII memimpin TNI mengadakan serangan awal ke Kotamobagu.
                - Kapt. GONIBALA, pimpinan satu batalyon kecil pasukan Permesta yg terdiri dari mahasiswa & beberapa TNI asal Bolmong ditangkap
                  tgl 16 Agustus 1959 karena dicurigai akan menyerah kepada pemerintah pusat. Ia kemudian dibunuh. Setelah itu digantikan oleh
                  Kapt. Usman DAMOPOLII & membentuk kesatuan baru hanya beberapa hari sebelum serangan pasukan TNI dari kesatuan Siliwangi
                  atas Kotamobagu. Sebagian pasukannya itu membelot kepada Tentara Pusat, sehingga yang terbentuk hanyalah sebuah kompi kecil. 
                  Pasukan Usman DAMOPOLII ini khusus untuk putra² Bolaang Mongondow.
                - satu peleton besar, pimpinan Lettu Yud TIENDAS menggabungkan diri dgn TNI yg mendarat di pantai Gorontalo pertengahan 1959.
                  (Dapat disebutkan disini juga adalah Pasukan Bogani yg kemudian membelot-tidak jelas dipimpin oleh siapa).

    Komando Daerah Pertempuran (KDP) IV/Sulawesi Tengah (Palu, Donggala, Toli-toli, Poso)
       Panglima : Letkol Jan Wellem (Dee) GERUNGAN
       Batalyon "Q" / Bn. PALAR, dibawah komando Mayor Lukas J. PALAR 
       Batalyon "R", dibawah komando Kapten Frans KARANGAN (kompi besar) 
       Kompi ex. KNIL (kompi besar) --> digabung dengan Bn. Q
       beberapa kesatuan kecil seperti:
             kesatuan yang dipimpin Kapten LOMBOAN, 
             kesatuan yang dipimpin Kapten WALANDA, 
             kesatuan yang dipimpin Lettu KORAAG,
             kesatuan yang dipimpin Mayor Frits RUNTUNUWU,
             kesatuan yang dipimpin Mayor Fred J. BOLANG,
             kompi yang dipimpin Kapten Tommy RUNTURAMBI di daerah Poso
			 
      Catatan: 
                - Komandan Batalyon PALAR (Bn "Q"), Mayor Lukas PALAR bersama pasukan pengawalnya gugur di perairan Poso dlm pertempuran
                  "OPERASI JAKARTA II", ketika sedang menyeberangi teluk dengan motorboat, disergap dan ditenggelamkan pesawat tempur AURI.
                  Setelah pasukan Palar terpencar²: sebagian mengikuti pasukan Dee Gerungan masuk hutan Sulteng, & sebagian lagi menggabungkan
                  diri dengan satuan² Resimen Ular Hitam. Pasukan Permesta di Sulawesi Tengah memang tidak disukai di situ karena kekejamannya.
                - Kapten Frans KARANGAN bersama pasukannya menyeberang kepada TNI, dan ikut menumpas pasukan Permesta di wilayah Sulteng.
                - Sebuah Kompi besar yang terdiri dari ex KNIL digabungkan dengan Bn. Q setelah "OPERASI JAKARTA II" mengalami kegagalan.

    Pasukan Cadangan KSAD:
       - Detasemen Markas KSAD dibawah komando Mayor LOMPOLIU bermarkas/posko di Karoa/Tompaso Baru
       - Brigade 999, dibawah komando Letkol Jan TIMBULENG & Kastaf Kapten Otje LISANGAN
           bermarkas/posko di Kalait/Tombatu
           Batalyon GOAN, dibawah pimpinan Kapten Gerson (Goan) SANGKAENG
           Batalyon LISANGAN, dibawah pimpinan Kapten Jootje LISANGAN
           Batalyon KORUA, dibawah pimpinan Kapten Hans KORUA (Korowa)
           Batalyon PANDEIROTH, dibawah pimpinan Kapten Benny PANDEIROTH
       - Batalyon Q, dibawah komando Mayor J. LUMINGKEWAS (Bn. Anoa Djantan)
           bermarkas/posko di Kotambunan/Bolmong

     
    Pasukan Pengawal Panglima Besar Mayjen Alex E. KAWILARANG berkekuatan satu peleton
        bermarkas/posko di Tangkunei/Sonder
	    yang dipinjam dari pasukan pengawal WK-III pimpinan Letkol Wim TENGES
    Pasukan pengawal Kepala Pemerintahan PRRI-Permesta/Waperdam Joop WAROUW: Kapten Anthon TENGES
        bermarkas/posko di Kotamenara/Amurang kemudian di Tonsawang/Tombatu

      Catatan: 
                - Setelah  Mayor Jan TIMBULENG diangkat menjadi Letkol, semua komandan batalyonnya diangkat menjadi Mayor.
                - Di daerah Langowan-Ratahan beroperasi sebuah pasukan yang langsung berada dibawah pimpinan Bupati Minahasa Permesta
                  Laurens F. SAERANG. Dia berusaha keras membentuk sebuah brigade diluar slagorde yang ada & menjadikan Batalyon M 
                  pimpinan Mayor Hein KALANGI sebagai pasukan intinya, dengan nama Brigade Manguni.
                - Panglima Besar Mayjen Alex KAWILARANG tidak mempunyai pasukan khusus. Pasukan yg bertindak sbg pasukan pengawalnya
                  berkekuatan satu peleton adalah bagian dari pasukan pengawal WK III dipimpin Letkol Wim TENGES. 
                  Tahun 1960 PB AP-PRRI (APREV) Mayjen Alex KAWILARANG mendirikan pos komandonya di Timbukar, wilayah kekuasaan WK III.
                  Di sana ia membentuk staf komandonya yang baru, terlepas dari RPI KSAD Brigjen Ventje SUMUAL.

Pergolakan Permesta: APREV PRRI 1959-1960


* Slagorde Pasukan Permesta (Setelah Kotamobagu diduduki Sept 1959)
  Komando² WK (Wehr-Kreisse) yang dirancang oleh Mayor Eddy GAGOLA mulai diberlakukan saat itu.
     (Ada 17 SWK [sekarang setingkat Korem] dibawah keempat WK tersebut. Biasanya, komandan batalyon juga merangkap komandan SWK)
     Komando Daerah Pertempuran II (KDP II) / KDPM, Panglima: Kolonel D.J. SOMBA
       Panglima                : Kolonel Daniel Julius SOMBA;
       Kepala Staf             : Mayor ;
       Asisten I (Intellegen)  : Mayor Sam OGI (kemudian digantikan Mayor Jan MANGUNDAP);
                 Wakil Ass. I  : Kapten Jan MANGUNDAP;
       Asisten II (Operasi)    : Mayor SARAUN;
       Asisten III (Personalia): ;
       Asisten IV (Logistik)   : ;
       Asisten V (Territorial) : ;
       Detasemen Markas KDPM   : Mayor Jorgen MOMONGAN;
       markas/posko KDP-II/KDPM di perkebunan Kotamenara, kaki gunung Soputan.
 
       WK-I (Distrik I) di Tonsea (Minahasa Utara), dibawah komando Letkol Fred J. BOLANG,
           kemudian dikudeta oleh Letkol Agus TUWAIDAN.
           markas/posko WK-I di desa Pinilih.
             - Batalyon E, dibawah komando Letkol Agus TUWAIDAN;
             - Batalyon G, dibawah komando Mayor MUDENG;
             - Batalyon F, dibawah komando Mayor LASUT;
             - Batalyon W, dibawah komando Mayor WERWER (Bn. Sapta Marga).
             Pasukan² non-reguler dalam bentuk satuan kompi, dan peleton
             antara lain adalah Pasukan Boy SIGARLAKI, pasukan² yang beroperasi di daerah²
             Dua Sudara, Minawerot, Klabat, Tatelu Likupang dan Tanggari.

       WK-II (Distrik II) di daerah Tondano dan Tondano Pante, Pegunungan Lembean, daerah Kembes,
           dibawah komando Letkol John OTTAY.
           markas/posko WK-II di desa Sawangan, Airmadidi.
              - Batalyon D, dibawah pimpinan Mayor Daan KARAMOY (Brigade Sambar Nyawa)
                            dibantu Lefrand (Len) KARAMOY dan Owik KARAMOY;
              - Batalyon P, dibawah pimpinan Mayor OZAK; --> di Tondano Pante
                            & Wakil Komandan Kapten Freddy RUNTURAMBI (adik Dolf Runturambi)
              - Batalyon U, dibawah pimpinan Mayor MERAY; --> di sekitar Pegunungan Lembean
                 (Bn.M dikenal sbg Bn.Sapta Marga sebelum diadakan penggabungan dgn Bn.U pimpinan Mayor Son KARAUWAN)
              - Batalyon T, dibawah pimpinan Mayor Boetje TOGAS; --> di Tondano Pante
              - Batalyon Y, dibawah komando Mayor Utu BAYBAY & Kapten MAKATIPU; --> di Ratahan

       Daerah Semi Otonom: BRIGADE MANGUNI - markas/posko di desa Manembo, Langowan
              - Batalyon M, dibawah komando Bupati Minahasa Letkol Laurens F. SAERANG, 
                yg dipimpin Mayor Hein Hendrik KALANGI;
                            Kompi Hein KALANGI; --> desa Manembo/tenggara Langowan
                            Kompi Ventje MEMAH; --> desa Noongan
                            Kompi Letnan Leger LONDA; --> hutan utara desa Rasi/Ratahan
                            Kompi Letnan TUNAS; --> hutan barat laut desa Rasi/Ratahan

       WK-III (Distrik III) di daerah Tumpaan, Kawangkoan, Sonder, Pinaras, Tomohon, Remboken,
           dibawah komando Letkol Wim TENGES; 
           Kepala Staf WK-III, Mayor LEPAR.
           markas/posko di desa Suluun, Rumoong Atas - Tareran.
              - Batalyon A, dibawah pimpinan Mayor A.R. DEMSY (SWK Manembo); --> desa Tincep/Sonder
                            Kompi Buaya, dibawah pimpinan Kapten Anthon TENGES;
              - Batalyon I, dibawah pimpinan Mayor Boy POTU (SWK 5/Lokon); -->daerah Pinaras,Tara²/Tomohon
                            Kompi SULU, pimpinan Kapten Nicholas (Las) SULU (ex. RPKAD); --> utara Kakaskasen
                            Kompi WUNGKANA;
                            Kompi M, pimpinan Mayor PURUKAN; 
              - Batalyon K, dibawah pimpinan Mayor RAMPENGAN (Bn. Kalah Hitam); --> sekitar Tareran
                            Kompi Letnan LONDOK; --> hutan Pahuli/di barat desa Pinaras
              - Batalyon L, dibawah pimpinan Mayor Agustinus LAWALATTA (Bn.Badak Hitam-SWK 5/Lokon)
              - Batalyon R, dibawah pimpinan Mayor Frans KAREPOUWAN (Bn. Jin Kasuang)
                            & Wakil Komandan Kapten Dr. Jootje SENDOW } Bn. ini berada sekitar Kasuang/Tampusu
              - Batalyon X, dibawah pimpinan Mayor Nyong ROMPAS (SWK Lengkoan); --> posko di Kotamenara
                            Kompi Letnan TUKIRAN; --> Ranoikasuruan - desa Tonsewer, Kawangkoan
                            Kompi PIETERS; --> desa Kiawa, Kawangkoan
              - Pasukan Combat (kompi) dibawah pimpinan Kapten Dekker PALIT;
              - Pasukan Combat (kompi)/PGT Detasemen Komando dibawah pimpinan Kapten Wim F. DOMPAS;
              - Pasukan Combat (kompi) dibawah pimpinan Kapten John SELENDU;
              - Pasukan Combat (kompi) dibawah pimpinan Kapten TAMBAJONG (ex. RPKAD);
              - Pasukan Combat (kompi) dibawah pimpinan Kapten LAHE (ex. RPKAD); mobile
              - Pasukan Combat (kompi) dibawah pimpinan Kapten IROTH;
              - pasukan non-reguler kompi kecil pimpinan Icak SUPIT; --> Kayawu, Tomohon
              - pasukan kompi kecil dibawah pimpinan Hak POLII & Lemus POLII; --> Wailan, Tomohon

       WK-IV (Distrik IV) di daerah barat Tompaso Baru, Sinonsayang, Motoling Tengah, Amurang,
           dibawah komando Letkol Joost A. WUISAN;
           Kepala Staf, Letkol Jopie TALUMEWO.
           markas/posko di desa Keroit, Motoling.
              - Batalyon B, dibawah pimpinan Mayor Utu PESIK; --> sekitar Tenga/Pakuure/Radey
              - Batalyon C, dibawah pimpinan Mayor OROH (kemudian digantikan Mayor Soleman LUMINTANG);
                            Kompi 1           : Letnan Jootje KAWATU;
                                    Peleton 1 : PLT Wisje ASSA; (PLT=Pembantu Letnan)
                                    Peleton 2 : PLT Jootje RORING;
                                    Peleton 3 : PLT Zeth KOWULO;
                                       Wakil  : Serma Erenst TALUMEWO;
                            Kompi 2           : (Letnan asal Tomohon) / komandannya beberapa kali diganti
                            Kompi 3 (Kompi B) : Letnan Boby KAUNANG (Kompi Bantuan);
              - Batalyon H, dibawah pimpinan Mayor KAINDEH; --> di sebelah barat Tompaso Baru
              - Pasukan Combat (batalyon) dibawah pimpinan Mayor Sam LANGI; --> di peg. Sinonsayang
                            Wakil Komandan Kapten Eddy LONDA;  
                            (Mayor Sam LANGI dibantu Kapten Max RIMBING, Kapten Eddy LONDA, dll);
              - Batalyon Makatipu; --> di lereng gunung Sinonsayang
              - Pasukan Combat Inteligence (CI) dibawah pimpinan Mayor Adolf SILANGEN; (formasi baru)

      Catatan: 
                - WK-I (Distrik I) KDPM di Minahasa Utara berada dibawah komando Letkol Fred J. BOLANG. Lalu ia dikudeta Mayor A. TUWAIDAN,
                  komandan Bn. E (yang adalah bekas anak buah Wim TENGES (pengawal pribadi/family)), diikat selama 165 hari kong musti
                  berjuang deng 60 tikus yang mengerubiti tubuhnya. Setelah itu ia mengungsi dan ditampung oleh Wim TENGES.
                - Tercatat Benny TENGKER sebagai pasukan CTP (Corps Tentara Peladjar) yang menjadi anggota pasukan pengawal
                  Komandan WK-I Letkol Fred J. BOLANG sebelum dikudeta Mayor A. TUWAIDAN.
                - Bn. M dikenal sbg Bn. Sapta Marga sebelum diadakan penggabungan dgn Bn. U pimpinan Mayor Son KARAUWAN.  
                - Wakil Kastaf WK-IV, Letkol Jopie TALUMEWO sebelumnya adalah Komandan Sektor 8 Wilayah Motoling.
                - Komandan Bn. C, Mayor OROH meninggal dunia karena sakit, kemudian digantikan oleh Mayor Soleman ("Kakek") LUMINTANG.
                - Komandan Bn. H, Mayor KAINDEH berasal dari Woloan Tomohon, bekas komandan kompi Bn. 714 berpangkat Letnan.
                - Pasukan Batalyon Combat LANGI dibawah komando Mayor Sam LANGI terdiri dari bekas guru asal Jawa/siswa PTPG.
                - Di Ongkaw terdapat sebuah kompi dari Detasemen O Polisi Revolusioner (Polrev)
                - Kompi (besar) Wulurmahatus disikat pasukan Permesta lainnya. Komandan kompinya, Letnan/Kapten LIOGU ternyata sebelumnya
                  diketahui terlibat organisasi PKI (juga selain dituduh akan membelot).
                - Kompi Lolombulan, yang berada di Tiniawangko, komandan kompinya, yaitu Kapten KALALO juga dibunuh karena terlibat PKI
                  selain pasukan kompi ini juga dicurigai akan membelot.
                - Perwira Permesta asal Sangir, Mayor Eddy Gagola bergabung dgn TNI sekitar awal tahun 1959 yg menyebabkan beberapa
                  perwira asal Satal lainnya dicurigai akan menyeleweng, antara lain Mayor A. Silangen yg dilucuti pasukannya serta ia sendiri
                  akan dibunuh Triple Nine. Namun akhirnya ia dipercayakan utk memimpin sepasukan Combat Intellegence.

     Komando Daerah Pertempuran III (KDP III), Panglima: Kolonel Dolf RUNTURAMBI
       Panglima                : Kolonel Dolf RUNTURAMBI;
       Kepala Staf             : Mayor Notji GERUNGAN (pjs. Kastaf Mayor SARAUN);
       Asisten I (Intellegen)  : Kapten tituler Bob TILAAR (meninggal);
                 Wakil Ass. I  : Kapten tituler Butje PANDEIROT;
       Asisten II (Operasi)    : Mayor SARAUN;
       Asisten III (Organisasi/Personalia) : Mayor Bill(y) SOPUTAN;
       Asisten IV (Logistik)   : Mayor Johan (Yo) MANDANG;
                 Wakil Ass. IV : Mayor Olang SONDAKH;
       Asisten V (Territorial) : Letkol tituler Bupati Bolmong Henny MANOPPO;
       Pembantu Staf           : Letda Boluh KINDANGEN (kepala pengawal pribadi),
                                 beberapa mahasiswa, a.l. ajudan Siegfried MANOPPO & Ronny SAGAY,
                                 sekretaris Nona Pop WATUPONGOH dan Nona Tress LUMENTUT; 
       Depot Batalyon Infanteri (DBI) I di Bantong-Kotamobagu
       markas posko KDP III di Biga, Kotamobagu.

      Catatan: 
                - Kepala Staf KDP III Mayor Notji GERUNGAN; karena tangannya mengalami cidera saat pertempuran, maka posisinya dijabat
                  oleh Mayor SARAUN.
                - Assisten I Stafko KDP III, Kapten Bob TILAAR meninggal dunia karena sakit (depresi mental).
                - Markas/Posko KDP II berada di daerah Biga, Kotamobagu.

       WK-V (Distrik V) meliputi daerah Bolaang Mongondow (Bolmong),
         dibawah komando Letkol Wim SIGAR.	   
           - Batalyon S, dibawah pimpinan Kapten John RAMPEN; --> pantai barat Bolmong - Inobonto
           - Batalyon O, dibawah pimpinan Mayor David PANTOUW; --> daerah Dumoga-Tungoi
                         Kompi IV (pelajar)  : Letda Martin RINTJAP;
                         Kompi V             : Letda Jan KILLIS (pelajar SMA Mdo);
                                  Peleton I  : Peltu Jack IGAH;
                                  Peleton II : Peltu Agam WOWOR;
                                  Peleton III: Peltu Piet ME(te)RAI; (siswa SGA Don Bosco Manado)
           - Kompi besar dibawah pimpinan Kapten Herman RUNTURAMBI; --> daerah antara Inobonto-Poigar
           - Kompi kecil (peleton) dibawah pimpinan Kapten Usman DAMOPOLII; 
             yang diperbantukan di Komando Militer Kota (KMK) Kotamobagu
           - Pasukan Combat (kompi CI), dibawah komando Lettu Boluh KINDANGEN;
           - Combat Intelegence (CI) 5 regu, dibawah komando Panglima KDP III & Kapt. Bob TILAAR;
           - Kompi cadangan pimpinan Lettu PAPUTUNGAN; --> di daerah Kotamobagu selatan
           Pasukan Komando Militer Kota (KMK) Kotamobagu: dibawah komando Kapten Evert SUMUAL 
                       berkekuatan 1 peleton (Evert SUMUAL adalah adik dari KSAD HN Ventje Sumual);
           Pasukan Polisi (Polrev) : Komisaris Paul KAWILARANG;	diperbantukan di KMK Kotamobagu

     Pasukan² KSAD Brigjen Ventje SUMUAL
     - Brigade 999 (Triple Nine)/ Garda Nasional / Corps Tjadangan Nasional (CTN) RPI, 
        pimpinan Letkol (Brigjen) Jan TIMBULENG & Kepala Staf Kapten Otje LISANGAN;
        markas/posko di Desa Kalaid/Tambelang - Tombatu, dgn ke-4 batalyonnya ditempatkan di daerah
                  sekitar Tompaso Baru, sekitar sungai Ranoyapo, Kalaid, & sekitar Tombatu;
           Batalyon GOAN, dibawah pimpinan Kapten Gerson (Goan) SANGKAENG;
           Batalyon LISANGAN, dibawah pimpinan Kapten Jootje LISANGAN;
                    (setelah Jootje LISANGAN menjadi Kastaf Brigade 999, jabatan Dan Yon diserahkan kpd Mayor WARBUNG);
           Batalyon KORUA, dibawah pimpinan Kapten Hans KORUA (Korowa);
           Batalyon PANDEIROT, dibawah pimpinan Kapten Benny PANDEIROT;

           kemudian susunannya diperluas menjadi 9 batalyon kecil, a.l.:

           Batalyon 1 (Batalyon LISANGAN), dibawah pimpinan pjb. Mayor WARBUNG; --> markas KSAD
           Batalyon 2 (Batalyon GOAN), dibawah pimpinan Mayor Gerson SANGKAENG; --> markas KSAD
           Batalyon 3 (Batalyon KORUA), dibawah pimpinan Mayor Hans KORUA (KOROWA);
           Batalyon 4 (Batalyon MANDANG), dibawah pimpinan Mayor B. MANDANG;
           Batalyon 5 (Batalyon PANDEIROTH), dibawah pimpinan Mayor Benny PANDEIROTH;
           Batalyon 6 (Batalyon PAUNER), dibawah pimpinan Mayor Poli PAUNER; --> di sekitar Tomohon
                       Kompi Letnan SINDIM; --> di desa Woloan
                       Kompi Letnan Usa PANDEIROTH; --> di desa Woloan	
           Batalyon 7 (Batalyon PARENGKUAN), dibawah pimpinan Mayor Robby PARENGKUAN;

     - Brigade Anoa Djantan, pimpinan Mayor J.LUMINGKEWAS (bekas Bn. Q);  --> di daerah Kotambunan/Modayag

     - Brigade Manguni, pimpinan Kolonel Laurens F. SAERANG;
       Batalyon M, pimpinan Mayor Hein Hendrik KALANGI, yg merupakan inti pasukan BRIGADE MANGUNI (sebelumnya Bn. Manguni)
                 beserta pasukan² kecil lainnya. Pasukan ini disponsori oleh Bupati Minahasa Permesta (Letkol) Kolonel Laurens F. SAERANG.
       markas/posko di Desa Manembo - Langowan.
                       Batalyon Hein KALANGI; --> desa Manembo/tenggara Langowan
                       Kompi Ventje MEMAH; --> desa Noongan
                       Kompi Letnan Leger LONDA; --> hutan utara desa Rasi/Ratahan
                       Kompi Letnan TUNAS; --> hutan barat laut desa Rasi/Ratahan
	 
     - Pasukan Sekolah Pendidikan Militer (1 peleton senjata) di Bolmong
             dibawah pimpinan Letkol Wim JOSEPH & Kapten Lengkong WORANG;



Pergolakan Permesta: APREV RPI 1960


* Komando Daerah Militer Sulut/ KDM-SUT RPI (Februari 1960)
  Setelah PRRI dibubarkan dan berdirinya RPI (Republik Persatuan Indonesia) maka KSAD Ventje Sumual menghapus KDP I, II, dan III
     dan dijadikan satu komando daerah seperti semula (KDM-SUT), Jabatan² seperti Menteri Pertahanan diambil alih dari Waperdam PRRI
     Joop WAROUW, dan Sekjen Pertahanan merangkap Deputi II Kolonel Dolf RUNTURAMBI.
     Susunan slagorde di bawah ini berdasarkan Piagam Organisasi Militer Permesta mulai 1 Maret 1960, dengan beberapa tambahan seperlunya.
  bermarkas besar di Karoa, Tompaso Baru

  Wali Negara Bagian RPI Sulutteng: Henk L. LUMANAUW
  Wakil Perdana Menteri (Waperdam): Jacob Frederik (Joop) WAROUW (pejabat) (non-aktif)
  Menteri Pertahanan RPI          : Brigjen Herman Nicolas Ventje SUMUAL
  Sekretaris Jenderal Dephan      : Kolonel Dolf RUNTURAMBI (non-aktif)

  Panglima Besar PRRI-Permesta    : Mayjen Alexander Evert (Alex) KAWILARANG (non-aktif)

  Staf Angkatan Bersenjata RPI
    Kepala Staf Angkatan Perang   : Brigjen Herman Nicolas Ventje SUMUAL
    Wakil Kepala Staf             : Kolonel Daniel Julius SOMBA (non-aktif)
    Deputi I                      : Kolonel Jan Maximillian Johan (Nun) PANTOUW
    Deputi II                     : Kolonel Dolf RUNTURAMBI (merangkap Sekjen Dephan) (non-aktif)
    Panglima Angkatan Udara       : Kolonel AUREV Petit Muharto

  Komando-komando
    KDM Maluku & Irian Barat      : Abdul Kadir/Jonkhy Robert KUMONTOY (sampai awal tahun 1962)
    KDM Minahasa (Sulawesi Utara) : Kolonel Daniel Julius (Joes/Yus) SOMBA
          WK I  (Minahasa Utara)  : Letkol John OTTAY
          WK II (Minahasa Selatan): Letkol Jan TIMBULENG
    KDM Sulawesi Tengah           : Kolonel Dee GERUNGAN (bergabung DI/TII-Kahar Muzakhar sampai thn 1965)

  Satuan-satuan Otonomi
    Brigade 999 = Garda Nasional RPI
    = Corps Tjadangan Nasional (CTN)    : Brigjen (lokal) Jan TIMBULENG
      Kastaf Brigade 999/CTN            : Mayor Jootje (Otje) LISANGAN
      * Batalyon 1 (Batalyon LISANGAN)  : pejabat Mayor WARBUNG (Otje LISANGAN menjadi Kastaf Brigade 999)
      * Batalyon 2 (Batalyon GOAN)      : Mayor Gerson (Goan) SANGKAENG
      * Batalyon 3 (Batalyon KORUA)     : Mayor Hans KORUA (KOROWA)
      * Batalyon 4 (Batalyon MANDANG)   : Mayor B. MANDANG
      * Batalyon 5 (Batalyon PANDEIROTH): Mayor Benny PANDEIROTH
      * Batalyon 6 (Batalyon PAUNER)    : Mayor Poli PAUNER	
      * Batalyon 7 (Batalyon PARENGKUAN): Mayor Robby PARENGKUAN
    Brigade Manguni                     : Kolonel Laurens F. SAERANG
    Brigade Sambar Njawa                : (Letkol) Daan KARAMOY
    Brigade Anoa Djantan                : (Letkol) J. LUMINGKEWAS
    Brigade Sinobatu                    : (Letkol) W. SIREGAR

  
   Sekolah Pendidikan Militer           : Letkol Wim JOSEPH & Kapten Lengkong WORANG

      Catatan: 
                - Perintah KSAD PRRI yang tertuang radiogram Perintah Operasi Darurat No.004 yg terkenal itu (Dhar no.004 atau
                  Kpts.no.004/DAS/1010/59, 10-11-59 atau PO-004/Dhar) tertanggal 11 Oktober 1959, yg menyusun kembali tanggung jawab komando
                  wilayah (slagorde Permesta). WK-I & WK-II serta WK-III & WK-IV masing² digabung menjadi WK-I (Minahasa Utara) dan WK-II (Minsel)
                - Setelah PRRI dibubarkan dan berdirinya RPI (Republik Persatuan Indonesia) maka KSAD Ventje Sumual menghapus KDP I, II, dan III
                  dan dijadikan satu komando daerah seperti semula (KDM-SUT), Jabatan² seperti Menteri Pertahanan diambil alih dari Waperdam PRRI
                  Joop WAROUW dan dijabat oleh, dan Sekjen Pertahanan merangkap Deputi II Kolonel Dolf RUNTURAMBI.
                  Joop WAROUW sendiri telah ditahan bulan Maret 1960 serta dibunuh bulan Oktober 1960 oleh pasukan Brigade 999 (Triple Nine).
                - Asisten II/Operasi Arie W. Supit, As.III/Personalia Lendy Tumbelaka, As.IV/Logistik/Abe Mantiri, As.V/Teritorial Wim Najoan
                  menyeberang ke pihak Permesta di utara dan menolak duduk dalam susunan slagorde bentukan Sumual di atas ini.
                - Pasukan KDM Maluku dibawah komando Letkol Jonkhy Robert KUMONTOY tetap bergerilya di Halmahera - Maluku Utara hingga awal
                  tahun 1962 karena mengalami masalah keterbatasan alat PHB/komunikasi.
                  Karena sulitnya perhubungan, Kumontoy tidak menerima instruksi Ventje Sumual pada 1961 agar semua pasukan Permesta
                  menghentikan permusuhan. Karena itu sampai awal 1962 pasukan ini terus bergerilya.
                  Namun pada awal 1962, Jonkhy Kumontoy dihubungi Komandan Kodim Maluku Utara & dianjurkan agar pasukannya dialihkan secara
                  utuh kedalam TNI utk merebut Irian Barat. Sekitar 158 anggotanya lalu direhabilitasi & dijadikan Pasukan Gerilya 500 (PG 500) TNI.
                - Berdasarkan surat WPM Joop WAROUW kepada KSAD RPI Brigjen Ventje SUMUAL tertanggal 4 Maret 1960 antara lain berisikan
                  keterangan ttg ketegangan & persengketaan bersenjata antar-pasukan Permesta di seluruh wilayah KDP II (WK I, II, III, IV),
                  lucut-melucuti senjata yang dikenal sebagai "machts vorming" a.l. disebutkan:
                  * pasukan Bolaang, Sambar Nyawa >< pasukan Ottay,
                  * pasukan Daan Karamoy >< Poli Pauner/Bri.999,
                  * pasukan Batalyon K, X, Combat Dekker >< Brigade 999,
                  * pasukan Combat Lahe >< Batalyon I/999,
                  * Bn. U intern,
                  * dst.
                - Pasukan yang berada dibawah komando Letkol J.W. GERUNGAN setelah gagal dalam serangan OPERASI DJAKARTA II
                  kemudian bergabung bersama DI/TII-Kahar Muzakhar sampai tahun 1965.
                - Dikabarkan bahwa Letkol Dee GERUNGAN telah putus harapannya karena gagal dalam suatu upaya melarikan diri dari
                  Kahar Mudzakkhar. Ia pernah mengirim kurir yg membawa permintaan tambahan senjata pada paruh pertama tahun 1959.
                  (Istrinya - Ny. Hetty Gerungan-Warouw, sekretaris KSAD kemudian menikah dengan Ventje SUMUAL.) Setelah itu ia
                  memutuskan masuk Islam. Kemudian ditangkap TNI pada tanggal 19 Juli 1965, diadili lalu ia dieksekusi hukuman mati.

Pergolakan Permesta: KDM-SUT PERMESTA 1960-1961
ANGKATAN PERANG PERMESTA


* Komando Daerah Militer Sulut/ KDM-SUT PERMESTA (November 1960 - September 1961) 
  Pihak Permesta di wilayah utara Minahasa (batas Ranomea-Amurang-Soputan-Langowan) menolak RPI & Perintah Dhar No.004
     (Darurat 004) yang kontroversial dan karena PRRI telah dibubarkan maka slagorde pasukan PRRI-Permesta di Utara dirombak dan
     dijadikan pasukan dengan visi yang tetap seperti semula dibawah visi PRRI, dan diberi nama yaitu Pasukan Permesta (dengan
     slagorde baru, yaitu Angkatan Perang Permesta).
  bermarkas besar di Tangkunei, Sonder

  Panglima Besar Angkatan Perang Permesta : Mayjen Alexander Evert KAWILARANG
  Kepala Staf Angkatan Perang (KSAP)      : Kolonel Dolf RUNTURAMBI (diangkat bulan Sept '60)
  Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD)       : Brigjen H.N. Ventje SUMUAL (posisinya kabur akibat RPI)
  Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU)       : Kolonel (AUREV) Petit MUHARTO Kartodirdjo 
  Asisten I (Urusan Intelegen)            : Letkol Wim JOSEPH (?)
  Asisten II (Urusan Operasi)             : Letkol Arie Willy SUPIT
  Asisten III (Urusan Personalia)         : Kolonel Lendy R. TUMBELAKA
  Asisten IV (Urusan Logistik)            : Letkol tituler A.C.J. MANTIRI (Sekjen Dephan Permesta)
  Asisten V (Urusan Civic & Territorial)  : Letkol Wim NAJOAN
  Komandan WK-I (Distrik I)               : Letkol Agus TUWAIDAN
  Komandan WK-II (Distrik II)             : Letkol John OTTAY
  Komandan WK-III (Distrik III)           : Kolonel Wim TENGES 
  Komandan WK-IV (Distrik IV)             : Letkol Joost A. WUISAN
  Komandan WK-V (Distrik V)               : Letkol Wim SIGAR

  Komandan Brigade Manguni                : Letkol Laurens F. SAERANG (menyerah lebih awal kepada TNI)

  Sekolah Pendidikan Angkatan Darat (SPAD) Permesta: Kapten Lengkong WORANG

colourline 
ORGANISASI MILITER PRRI (PERMESTA) (1958-1961)*(* Organisasi juga terintegrasi dalam pemberontakan PRRI)
Tanggal 15 Februari 1959 diadakan reorganisasi susunan pemerintahan PRRI dimana Angkatan Bersenjatanya juga mengalami perobahan susunan (disusun menurut kepangkatan Permesta).
Susunan keorganisasian militer Permesta / Slagorde Permesta di bawah ini berdasarkan Piagam Organisasi Militer Permesta mulai 1 Maret 1960 dengan beberapa tambahan dari webmaster.
Staf Angkatan Bersenjata PRRI (di wilayah Permesta)

       KSAP PRRI (Panglima Besar)  : Mayjen Alexander Evert KAWILARANG
       Kepala Staf ADREV (KSAD) *)   : Brigjen Herman Nicolas Ventje SUMUAL
       Wakil Kepala Staf                        : Kolonel Daniel Julius SOMBA
       Asisten I (Intelegen)  (SUAD I)  : Overste/Letkol Jan Maximilian Johan PANTOUW (Noen)
       Asisten II (Urusan Operasi)       : Overste Arie Willy SUPIT
       Asisten III (Urusan Personalia) : Overste Lendy R. TUMBELAKA
       Asisten IV (Urusan Logistik)      : Overste Tituler A.C.J. MANTIRI
       Asisten V (Urusan Civic & Territorial) : Overste Wim NAJOAN
       Kepala Staf AUREV (KSAU)**)   : Comodore Muda AUREV Petit MUHARTO KARTODIRDJO
       Wakil Kepala Staf AUREV**)      : Kapten AURI Hadi SAPANDI
       
       Polisi Revolusioner (Polrev)       : Komisaris Polisi Paul KAWILARANG
       Pasukan Wanita Permesta (PWP) : Ny. Hetty Gerungan-Warouw (Sekretaris KSAD/istri Dee Gerungan)
			   Juga dapat disebut di sini Evert SUMUAL, Annie Kalangie, dll.
       Permesta Yard (intelegen)          : 
		  

Komando-komando Daerah Pertempuran Permesta 
       KDP I/ Maluku dan Irian Barat  : Kolonel Abdul KADIR
       KDP II/ Minahasa (KDPM)         : Kolonel Daniel Julius SOMBA ***)
             Distrik I /WK I (Wehrkreisse I): Letkol Agus TUWAIDAN
             Distrik II /WK II                        : Letkol John OTTAY
             Distrik III /WK III                      : Letkol Wim TENGES
             Distrik IV /WK IV                     : Letkol Joost A. WUISAN
       KDP III/ Bol-Mong & Gorontalo : Kolonel Dolf RUNTURAMBI
       KDP IV/ Sulawesi Tengah         : Letkol Dee GERUNGAN (terintegrasi dengan DI/TII Kahar Mudzakkhar)

Satuan-Satuan Otonomi

     Brigade 999 (Triple Nine)/CTN : Brigjen (lokal) Jan TIMBULENG
            * Batalyon 1                            : Mayor J. LISANGAN (merangkap Kastaf Brigade 999)
            * Batalyon 2                            : Mayor Gerson SANGKAENG (Goan)
            * Batalyon 3                            : Mayor Hans KORUA (KOROWA)
            * Batalyon 4                            : Mayor B. MANDANG
            * Batalyon 5                            : Mayor Benny PANDEIROTH
            * Batalyon 6                            : Mayor Poli PAUNER
            * Batalyon 7                            : Mayor Robby PARENGKUAN
     Brigade Manguni                          : Letkol Laurens F. SAERANG
     Brigade Sambernjawa                : Mayor Daan KARAMOY
     Brigade Anoa Djantan                 : Mayor J. LUMINGKEWAS
     Brigade Sinobatu                         : Mayor W. SIREGAR
     Corps Tentara Peladjar (CTP)   : Kapten Jimmy Noya

* Data di atas ini berdasarkan Piagam Organisasi Militer Permesta mulai 1 Maret 1960
*) Angkatan Darat Revolusioner
**) Angkatan Udara Revolusioner
***) Mulanya dipegang oleh Mayor F.H.L.W. (Eddy) Mongdong, namun membelot bulan Agustus 1958 kepada tentara pusat
 

colourline 
PEMERINTAHAN PRRI-Permesta Di SULAWESI


* Kepala Pemerintahan PRRI-Permesta di Sulawesi (Wakil Perdana Menteri PRRI) : Jacob Frederik (Joop) WAROUW 
* Menteri Pertahanan PRRI-Permesta            : Joop WAROUW
* Menteri Negara diperbantukan pada WPM  : Otto MANOPPO
* Menteri Penerangan PRRI-Permesta           : Willhem PESIK
* Menteri Kehakiman PRRI-Permesta             : Prof Mr. G.M.A.Inkiriwang

* Ketua Parlemen PRRI-Permesta                   : Prof Mr. G.M.A.Inkiriwang

* Gubernur Sulawesi Utara/Tengah                 : Henny D. (Wim) MANOPPO
* Staf Urusan Keuangan Negara                      : Drs. R.A. Ventje SUAL dan Wempie KALIGIS

* Kepala Daerah Minahasa (KDM)                    : Letkol (tituler) Laurens F. SAERANG
* Wakil Kepala Daerah Minahasa Permesta  : Wolter SAERANG
* Pimpinan Team Pemerintahan Daerah Minahasa : Pati Arie M. MANDAGI (Pjs. KDH MINAHASA) di Pinaras - Tomohon
* Sekretaris Daerah Minahasa                           : R.J. ASSA
  Pemda Minahasa (Permesta) berjumlah 378 personil pegawai (hingga Distrik Bawahan/kecamatan)
* Kepala Distrik di Minahasa:
   - Distrik Amurang                                               : A.S. ROEROE
   - Distrik Toulour                                                  : A. WAROUW 
   - Distrik Kawangkoan                                        : W.B. WAWORUNTU
   - Distrik Tomohon                                              : M.F. SOMBA
   - Distrik Motoling                                                : P.G. SAROINGSONG
   - Distrik Tonsea                                                 : P.P. KEPEL
   Distrik Bawahan (kecamatan) berjumlah 21 daerah

 * Bupati Bolaang Mongondow                           : Letkol tituler Henny D. MANOPPO
 * Bupati Gorontalo                                                : Sam Bia 

#NB – Catatan:

Slagorde : Susunan pasukan, organiisasi militer, susunan komando militer
Wehr-kreisse (WK) : Semacam KODIM (Komando Distrik Militer) sekarang
Overste : Sebutan dalam bahasa Bellanda untuk pangkat Letnan Kolonel
Tituler : Sebutan, gelar (anugerahh pangkat kepada sipil tertentu)
PRRI-Permesta : adalah sebutan passukan PRRI di wilayah komando Permesta
– Daftar pasukan Permesta yang disebutkan ddi atas adalah pasukan reguler (pasukan induk) PRRI/Permesta di wilayah ini.
Pasukan non-reguler yang sebenarnya cukup banyak jumlahnya (berbentuk kesatuan regu, peleton, kompi, batalyon kecil)
tidak termasuk dalam daftar di atas, kecuali beberapa yang dapat disebutkan di sini.
– Angkatan Udara Revolusioner (AUREV) kebannyakan berasal dari pilot sewaan (tentara bayaran) berkewarganegaraan asing,
tidak disebutkan di atas.
– Semua data disusun seadanya berdasarkan ddata yang diperoleh webmaster

Karena minimnya data mengenai PRRI/Permesta dan ketika menemukan tulisan ini saya bergembira, dan alangkah baiknya jika tulisan atau data tersebut saya copy ke blog saya.

Sumber berasal dari: http://www.geocities.ws/permesta2004/organisasi.html || Silakan bagi yang mau tahu informasi lebih lanjut mengenai PRRI/Permesta bisa berkunjung ke web tersebut.

Tulisan ini saya dedikasikan untuk Opa saya: Daniel Julius (D.J.) Somba

PetaWilayahPermesta

Me: 2015 in review


Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2015 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Aula konser di Sydney Opera House menampung 2.700 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 14.000 kali di 2015. Jika itu adalah konser di Sydney Opera House, dibutuhkan sekitar 5 penampilan terlaris bagi orang sebanyak itu untuk menontonnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Sepuluh Tahun


Kembali lagi kita berjumpa dengan awal tahun masehi.

2015 – 2005. Sepuluh tahun sejak saya lulus SMA. Luar biasa tidak berasa. Sepuluh tahun penuh cerita dan penuh warna.. Sepuluh tahun terpenting dalam membentuk karakter dan jiwa. Dihadapkan dengan banyak hal dan banyak peristiwa yang membuat saya menyadari bahwa saya masih belum (cukup) dewasa & matang. Dari manusia naif yang punya cita-cita idealis, bertransformasi dan terus belajar menjadi manusia penuh pemakluman. Karena tak semua yang kita harapkan berakhir sesuai dengan keinginan, bahw akan selalu ada manusia-manusia lain dengan segala keunikannya, konflik yang akan selalu ada di sepanjang perjalanan, dan bahwa kita memang tidak bisa untuk selalu sendirian.

Semua hal tersebut membuat saya kembali bertanya-tanya tentang segala ‘pencapaian’ yang telah dilakukan selama sepuluh tahun terakhir ini dan tentang perjalanan hati. Hingga akhirnya saya merasa bahwa saya berada di titik di mana kondisi hati saya saat ini menjadi “idle”. Aku tidak berharap ini berlangsung lama, karena bagaimanapun cita-cita yang harus saya capai adalah menjadi bunda bagi anak-anak yang bahagia dan membanggakan. Namun saya tetap optimis, meski dalam sepuluh tahun ini perjalanan ke arah sana belum nampak, tapi kelak suatu saat akan tiba waktunya dan semoga akan selalu menjadi suka cita saat hal itu tiba.🙂

2015. Kebahagiaan sekaligus kesedihan. Harapan sekaligus kekecewaan. Rasanya itu membuat wajahku berubah menjadi wajah datar Saitama dari anime “One Punch Man” dan mengucap “Oh.. Ok”. Hingga akhirnya, kali ini, tidak ada antusiasme dan harapan yang terlampau digantungkan. Seolah tak ada lagi sesuatu yang patut diperjuangkan. Hayati lelah masbroo.. Hehe.

Jadi ya, berhubung tetap ada kabar gembira dan bahagia di 2015—salah satunya—di mana saya (mau tidak mau) tetap harus tinggal dan mendekam di Jakarta untuk beberapa tahun ke depan.

Kalau kata teman saya; Banyak yang patut disyukuri di tahun 2015 termasuk rasa perih. Hehe..

Selamat tinggal 2015 beserta kenangan, selamat datang 2016 beserta harapan yang akan datang..

Renungan Sebelum Menikahiku


Jangan Jadikan Aku Istrimu

JANGAN jadikan aku istrimu, jika nanti dengan alasan bosan kamu berpaling pada perempuan lain.

Kamu harus tahu meski bosan mendengar suara dengkurmu, melihatmu begitu pulas. Wajah laki-laki lain yang terlihat begitu sempurnapun tak mengalihkan pandanganku dari wajah lelahmu setelah bekerja seharian.

Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti kamu enggan hanya untuk mengganti popok anakmu ketika dia terbangun tengah malam. Sedang selama sembilan bulan aku harus selalu membawanya di perutku, membuat badanku pegal dan tak lagi bisa tidur sesukaku.

Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti kita tidak bisa berbagi baik suka dan sedih dan kamu lebih memilih teman perempuanmu untuk bercerita. Kamu harus tahu meski begitu banyak teman yang siap menampung curahan hatiku, padamu aku hanya ingin berbagi. Dan aku bukan hanya teman yang tidak bisa diajak bercerita sebagai seorang sahabat.

Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti dengan alasan sudah tidak ada kecocokan kamu memutuskan menjatuhkan talak padaku. Kamu tahu betul, kita memang berbeda dan bukan persamaan yang menyatukan kita tapi komitmen bersama.

Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti kamu memilih tamparan dan pukulan untuk memperingatkan kesalahanku. Sedang aku tidak tuli dan masih bisa mendengar kata-katamu yang lembut tapi berwibawa

Jangan pilih aku sebagai istrimu, jika nanti setelah seharian bekerja kamu tidak segera pulang dan memilih bertemu teman-temanmu. Sedang seharian aku sudah begitu lelah dengan cucian dan setrikaan yang menumpuk dan aku tidak sempat bahkan untuk menyisir rambutku.

Anak dan rumah bukan hanya kewajibanku, karena kamu menikahiku bukan untuk jadi pembantu tapi pendamping hidupmu. Dan jika boleh memilih, aku akan memilih mencari uang dan kamu di rumah saja sehingga kamu akan tahu bagaimana rasanya.

Jangan pilih aku sebagai istrimu, jika nanti kamu lebih sering di kantor dan berkutat dengan pekerjaanmu bahkan di hari minggu daripada meluangkan waktu bersama keluarga. Aku memilihmu bukan karena aku tahu aku akan hidup nyaman dengan segala fasilitas yang bisa kamu persembahkan untukku.

Harta tidak pernah lebih penting dari kebersamaan kita membangun keluarga karena kita tidak hidup untuk hari ini saja.

Jangan pilih aku jadi istrimu, jika nanti kamu malu membawaku ke pesta pernikahan teman-temanmu dan memperkenalkanku sebagai istrimu. Meski aku bangga karena kamu memilihku tapi takkan kubiarkan kata-katamu menyakitiku.

Bagiku pasangan bukan sebuah trofi apalagi pajangan, bukan hanya seseorang yang sedap dipandang mata. Tapi menyejukkan batin ketika dunia tak lagi ramah menyapa. Rupa adalah anugerah yang akan pudar terkikis waktu, dan pada saat itu kamu akan tahu kalau pikiran dangkal telah menjerumuskanmu.

Jangan pilih aku jadi istrimu, jika nanti kamu berpikir akan mencari pengganti ketika tubuhku tak selangsing sekarang. Kamu tentunya tahu kalau kamu juga ikut andil besar dengan melarnya tubuhku. Karena aku tidak lagi punya waktu untuk diriku, sedang kamu selalu menyempatkan diri ketika teman-temanmu mengajakmu berpetualang.

Jangan buru-buru menjadikanku istrimu, jika saat ini kamu masih belum bisa menerima kekurangan dan kelebihanku. Sedang seiring waktu, kekurangan bukan semakin tipis tapi tambah nyata di hadapanmu dan kelebihanku mungkin akan mengikis kepercayaan dirimu.

Kamu harus tahu perut buncitmu tak sedikitpun mengurangi rasa cintaku, dan prestasimu membuatku bangga bukan justru terluka.

Jangan buru-buru menjadikanku istrimu, jika saat ini kamu masih ingin bersenang-senang dengan teman-temanmu dan beranggapan aku akan melarangmu bertemu mereka setelah kita menikah.

Kamu harus tahu akupun masih ingin menghabiskan waktu bersama teman-temanku, untuk sekedar ngobrol atau creambath di salon. Dan tak ingin apa yang disebut “kewajiban” membuatku terisolasi dari pergaulan, ketika aku semakin disibukkan dengan urusan rumah tangga.

Menikah bukan untuk menghapus identitas kita sebagai individu, tapi kita tahu kita harus selalu menghormati hak masing-masing tanpa melupakan kewajiban.

Jangan buru-buru menikahiku, jika saat ini kamu sungkan pada orang tuaku dan merasa tidak nyaman karena waktu semakin menunjukkan kekuasaannya. Bagiku hidup lebih dari angka yang kita sebut umur, aku tidak ingin menikah hanya karena kewajiban atau untuk menyenangkan keluargaku.

Menikah denganmu adalah salah satu keputusan terbesar di hidupku yang tidak ingin kusesali hanya karena terburu-buru.

Jangan buru-buru menikahiku, jika sampai saat ini kamu masih berpikir mencuci adalah pekerjaan perempuan. Aku tak akan keberatan membetulkan genting rumah, dan berubah menjadi satpam untuk melindungi anak-anak dan hartamu ketika kamu keluar kota.

Hapus aku dari daftar calon istrimu, jika saat ini kamu berpikir mempunyai lebih dari satu istri tidak menyalahi ajaran agama. Agama memang tidak melarangnya, tapi aku melarangmu menikahiku jika ternyata kamu hanya mengikuti egomu sebagai laki-laki yang tak bisa hidup dengan satu perempuan saja.

Hapus aku dari daftar calon istrimu, jika saat ini masih ada perempuan yang menarik hatimu dan rasa penasaran membuatmu enggan mengenalkanku pada teman-temanmu. Kamu harus tahu meski cintamu sudah kuperjuangkan, aku tidak akan ragu untuk meninggalkanmu.

Hapus aku dari daftar calon istrimu, jika saat ini kamu berpikir menikahiku akan menyempurnakan separuh akidahmu sedang kamu enggan menimba ilmu untuk itu. Ilmuku tak banyak untuk itu dan aku ingin kamu jadi imamku, seorang pemimpin yang tahu kemana membawa pengikutnya.

Jangan jadikan aku sebagai istrimu, jika kamu berpikir bisa menduakan cinta. Kamu mungkin tak tahu seberapa besar aku mengagungkan sebuah cinta, tapi aku juga tidak akan menyakiti diriku sendiri jika cinta yang kupilih ternyata mengkhianatiku.

Jangan jadikan aku sebagai istrimu, jika kamu berpikir aku mencari kesempurnaan. Aku bukan gadis naif yang menunggu sang pangeran datang dan membawaku ke istana.

Mimpi seperti itu terlalu menyesatkan, karena sempurna tidak akan pernah ada dalam kamus manusia dan aku bukan lagi seorang gadis yang mudah terpesona.

Jangan pernah berpikir menjadikanku sebagai istrimu, jika kamu belum tahu satu saja alasan kenapa aku harus menerimamu sebagai suamiku.

tulisan menarik dari mbak Rina Tri Lestari.🙂

Escape To: #3 Papandayan++


Papandayan
Papandayan
17
ki-ka: Laoshi, Om Wer, Nyai, Si Kece :p

27 – 30 Desember 2013. Menjelang pergantian Tahun Masehi! Hiking dan Camping ceria kali ini disponsori oleh Jarank Pulang (JP) karena kami hanya berempat saja (Saya, Werry, Nyai, dan Laoshi) untuk escape kali ini. Keinginan kami yang ingin menaklukkan Papandayan datang dari ‘undangan’ Kemping Ceria bareng Jarank Pulang. Berhubung waktu itu adalah momen hari kejepit (klo gak salah) dan menjelang akhir tahun, jadi kami berempat memutuskan untuk extend sehari berkeliling Garut.

Full team JP
Full team JP

Meeting point pukul 10 malam di luar area terminal Kp. Rambutan. Hiking yang diadakan oleh JP ini diikuti oleh kira-kira sekitar 30an orang kali ya.. (lupa tapi yang pasti rame banget meen!) gak nyangka bakal sebanyak ini. Sekitar pukul 12 malam kami akhirnya berangkat dan siap menikmati perjalanan malam menuju Garut dengan tertidur.. *Zzz*

Sesampainya di daerah Garut (bukan di terminal, tapi di Masjid daerah mana dekat Papandayan), kami pun sebentar bersih-bersih dan beres-beres. Sempat makan indomie rebus dulu sampai akhirnya kami sadari kalau kami ditinggal oleh rombongan. Haha.. Pantesan mendadak sepi men, gak ada pemberitahuan sebelumnya (apa kami gak ngeuh?), padahal yang lain juga sebelum masih di sini dan dekat dengan posisi mobil pickup yang akan mengangkut kami ke Papandayan. Untunglah, setelah panitia dihubungi, kami dijemput dengan mobil yang lain. Heuheuehe.

Tiba di Pasar dekat Papandayan, kami berhenti sejenak untuk membeli bekal makan siang untuk di atas nanti, karena konsumsi kami harus sediakan sendiri sedangkan JP hanya menyediakan tenda yang harus kita bawa masing-masing per grup (4 orang), kaos dan slayer, transport, alat masak, dan api unggun.. Hehe.

Lovely Papandayan
Lovely Papandayan

Tiba di basecamp, kemudian saatnya kami nanjak! Papandayan termasuk gunung yang landai dengan kawah yang masih aktif dan bau belerang yang cukup menyengat. Alangkah baiknya jika mulut dan hidung ditutupi masker atau slayer karena kelamaan menghirup bau belerang juga bisa berbahaya. Selain itu kondisi perjalanan yang melewati kawah belerang tersebut membuat kulit kering dan wajah memerah mengelupas (betul, saya butuh semingguan untuk me-recovery kulit wajah yang merah mengelupas dan pecah-pecah). Tapi sungguh, itu semua terbayar karena Papandayan luar biasa ajib dan banyak bonus track dan spot-spot yang kece bingit untuk berfoto ria. Hohoho..

Setelah area kering kerontang, masuklah ke area hijau menyejukkan
Setelah area kering kerontang, masuklah ke area hijau menyejukkan

Perjalanan kami tempuh dengan lebih lama karena kami berempat tim paling bontot dengan prinsip hiking santai dan kemping ceria. Sering berhenti untuk mengambil foto atau sekadar istirahat sambil difoto juga. Hehehe..

Bakso.. bakso.. :D
Bakso.. bakso..😀

Akhirnya sampai juga di lokasi kemping, Pondok Saladah. Area kemping ini tidak begitu luas namun lumayan untuk menampung banyak tenda. Ditambah aliran sungai yang bisa digunakan untuk memasak, minum, dan bersih-bersih. Oh ya, yang menarik saat mau sampai di Pondok Saladah, ternyata ada abang penjual bakso dengan payungnya yang warni-warni sedang menjajakan dagangannya. Dan konon katanya, Papandayan sekarang sudah banyak warung dan sudah ada wc umum yang dipasang di lokasi kemping.. *entah harus komen apa klo yg begini..*

Jalur esktrem menuju Tegal Alun
Jalur esktrem menuju Tegal Alun

Setelah beristirahat sejenak dan memasang tenda, kami bersiap untuk ke lokasi yang paling ditunggu berikutnya, Tegal Alun, surganya Edelweiss! Track menuju ke sana lebih sadis daripada penanjakan sebelumnya. Sampai ada tanjakan setan yang harus dilalui secara bergiliran dari pendaki yang turun dengan yang naik melalui jalur tersebut. Tapi perjalanan ini lagi-lagi puas terbalas karena pohon-pohon besar Edelweiss-nya keren luar biasa meski dinginnya minta ampun. Setelah puas menikmati udara, bunga, dan suasana Padang Edelweiss ini, kami beranjak turun melalui Hutan Mati. Hari sudah menjelang malam ketika akhirnya kami sampai kembali ke lokasi perkemahan. Dan berhubung kami tak banyak kenal dengan penanjak lainnya di JP, jadi semalaman sebelum tidur kami berempat ketawa-ketiwi di tenda Werry sebelum penghuni tenda yang lain datang.

Edelweiss!
Edelweiss!
Padang Edelweiss!
Padang Edelweiss!
Hutan Mati
Hutan Mati
Hutan Mati again :D
Hutan Mati again😀

Esok pagi-pagi, kami mengejar sunrise di Hutan Mati. Sayangnya di Hutan Mati ini kami hanya bertiga saja karena Nyai terpaksa harus absen. Setelah berpuas-puas berfoto ria, kami bergabung dengan JP yang lain untuk berfoto di area kawah sebelah sana Hutan Mati. Di sini Nyai dan 2 orang teman baru bergabung untuk berfoto-ria.

Menjelang siang, kami kembali ke tenda dan bersiap untuk pulang. Rute turun dan nanjak sedikit sama. Untuk turun, kami mencoba rute ekspress dengan jalur tajam tapi sampai lebih cepat. Saat melewati kawah, tiba-tiba kaki Laoshi terkilir dan harus dipapah. Beruntung ada bala bantuan yang bersedia membawa keril dua (Thanks mas Tri dan Om Wer yang kebagian jatah dua keril. Hehe). Sesampainya di Basecamp, kami istirahat sejenak lalu perjalanan ke Papandayan ini berakhir di terminal Garut. Oh ya, jalanan menuju Papandayan ini jalannya rusak berat sehingga rasanya naik pick up seperti naik roller caster. Seru! hehe.. Tapi kabarnya jalan aspal ke Papandayan sekarang sudah bagus dan tak banyak yang rusak lagi.

Mari kita berkeliling Garut!
Mari kita berkeliling Garut!

Kami berempat, seperti yang dijelaskan sebelumnya, berencana untuk menambah liburan kami di Garut. Jadi, setelah semuanya turun di terminal, kami berempat meneruskan perjalanan dengan mobil pick up menuju Cipanas, Garut.

Kami memutuskan untuk bermalam di Cipanas sambil menikmati air panas yang kami bayangkan pasti menyegarkan badan dan mengurangi pegal-pegal setelah penanjakan. Akhirnya kami direkomendasikan menginap di sebuah penginapan murah seharga 150ribu permalam sekamar. Kami sewa satu kamar dengan 2 single bed. Cukuplah kami berempat untuk dua tempat tidur itu.. Kami kan kurus-kurus. Hehe.

Salah satu Kawah Kamojang
Salah satu Kawah Kamojang

72Esok pagi, karena kami diantar menuju destinasi tujuan menggunakan mobil pick up Mang Aep yang semalam mengantar kami. Destinasi pertama ke Kawah Kamojang yang melewati Geothermal milik Pertamina dan Chevron. Di salah satu Kawah Kamojang ini ada Bapak-Bapak yang menjaga dan membuat suara asap jadi ‘menarik’ dan atraksi asap panas dengan menerbangkan beberapa benda ringan. Wohoo..

78Destinasi ke dua ke Kebun Bunga dengan berbagai macam jenis bunga yang menarik dan area yang luas. Di sini juga disediakan penginapan yang kece. Oh ya, Kebun Bunga ini cocok juga lho untuk pesta kebun atau untuk resepsi pernikahan. Lumayan cakep lah. Nah, di sini ini Nyai harusnya gak dibiarkan sendiri.. Soalnya pas sampe sini, Nyai jadi mendadak autis menghilang untuk menikmati bunga sendirian. Hehe

Dan destinasi terakhir kami menuju terminal Garut untuk kembali ke Ibukota. Perjalanan sehari di Garut tidak cukup memuaskan kami, maka kami berencana untuk membuat Garut Trip ke 2 dengan destinasi rafting di Cikandang plus menyusuri pantai hingga daerah Bandung. Entah kapan, semoga terlaksana. Amin..🙂

Sampai jumpa Kamojang!
Thanks to Werry & Laoshi utk foto-fotonya!